Sunday, October 12, 2014

Teori Nilai Uang

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang teori nilai uang. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua dalam memahami sistem pembayaran yang ada di Indonesia.

Secara garis besar, teori tentang nilai uang dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu teori nilai barang dan teori nilai internal.

A. Teori Nilai Barang

Teori nilai barang dibagi lagi menjadi dua, yaitu teori logam atau katalistik dan teori nilai batas.

1. Teori Logam atau Katalistik
Teori logam atau katalistik dikemukakan oleh Adam Smith. Menurut teori ini, masyarakat menerima benda sebagai uang karena bahannya terbuat dari logam bernilai tinggi.

2. Teori Nilai Batas
Teori nilai batas dikemukakan oleh Carl Menger. Menurut teori ini, masyarakat menerima benda sebagai uang karena masyarakat memerlukan barang tersebut.

B. Teori Nilai Internal

Teori nilai internal dibagi menjadi tiga, yaitu teori kuantitas uang, teori persediaan kas, dan teori pendapatan.

1. Teori Kuantitas Uang
Teori kuantitas uang menurut David Ricardo, menjelaskan bahwa harga barang dan jumlah uang yang beredar berbanding lurus, artinya bertambahnya jumlah uang yang beredar akan mengakibatkan kenaikan harga, sedangkan jumlah output yang dihasilkan tidak berubah.

2. Teori Persediaan Kas atau Teori Sisa Tunai
Teori persediaan kas atau teori sisa tunai dikemukakan oleh Alfred Marshall. Teori Marshal tidak menekankan pada perputaran uang (velocity) dalam suatu periode, tetapi menekankan pada bagian pendapatan (GNP) yang diwujudkan dalam bentuk uang kas.
Teori ini dijelaskan dalam bentuk persamaan berikut :

M = k . Py

Ket :
M = jumlah uang yang beredar (Money)
k = koefisien (keinginan untuk menahan uang sebagai per sediaan kas)
P = tingkat harga umum(Price)
y = pendapatan (Income)

3. Teori Pendapatan
Teori pendapatan dikemukakan oleh J. M. Keynes. Teori ini disebut juga dengan teori Liquidity Preference. Menurut teori ini,  seseorang senang memegang uang tunai karena didorong oleh tiga motif, yaitu motif untuk bertransaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi.

Sumber :

Widjayanto, Bambang , DKK. 2009. Mengasah Kemampuan Ekonomi 1: Untuk SMA/ MA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

No comments: