Sunday, October 5, 2014

Obligasi dan Obligasi Konversi

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang obligasi. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua mendeskripsikan serta menjelaskan tentang Pasar Modal di Indonesia.”

Apa itu Obligasi ?

Bagi perusahaan yang memerlukan dana segar, pasar modal memberikan peluang untuk mencari dana yang murah selain dari sektor perbankan yang dikenal selama ini. Perusahaan dapat menjual saham kepemilikannya melalui mekanisme IPO, dan mendapatkan dana dari penjualan tersebut. Atau, perusahaan dapat mengeluarkan surat utang yang biasa disebut dengan obligasi. Obligasi ini ditawar- kan kepada masyarakat luas dan perusahaan membayar bunga yang lebih rendah dari bunga pinjaman perbankan.

Dalam bidang keuangan dan ekonomi, obligasi adalah instrumen utang yang berisi janji dari pihak yang mengeluarkan obligasi untuk membayar pemilik obligasi sejumlah nilai pinjaman beserta bunga.

Obligasi termasuk salah satu jenis efek. Berbeda dengan saham. Kepemilikan saham menandakan pemilikan dari suatu perusahaan yang menerbitkan saham, sedangkan kepemilikan obligasi menun- jukkan utang dari suatu perusahaan (atau negara) sehingga pemilik obligasi disebut sebagai kreditor. Menurut ensiklopedi, obligasi adalah surat utang yang berjangka waktu lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu, yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat guna pembiayaan perusa- haan oleh pemerintah untuk keperluan anggaran belanjanya.

Jika suku bunga secara umum cenderung turun, maka nilai atau harga obligasi akan meningkat karena para investor cenderung untuk berinvestasi pada obligasi. Begitu pula sebaliknya. Investor cenderung akan menanamkan uangnya di bank pada saat suku bunga naik sehingga nilai obligasi akan turun. Jadi, nilai suatu obligasi bergerak berlawanan arah dengan perubahan suku bunga secara umum.

Siapa sajakah yang dapat menerbitkan obligasi?

Obligasi dapat diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan. Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan disebut corporate bond, sementara obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah disebut govern- ment bond. Adapula municipal bond yang merupakan obligasi yang diter- bitkan pemerintah daerah untuk membiayai proyek tertentu di daerah.

Sebelum melakukan investasi pada obligasi, disarankan bagi para investor untuk memperhatikan peringkat obligasi, yaitu metode penilaian akan kemungkinan gagal bayar pada obligasi. Saat ini terdapat dua perusahaan pemeringkat efek, yaitu PT PEFINDO and PT Kasnic Duff & Phelps Credit Rating Indonesia. Kegiatan usaha kedua perusaha- an itu adalah menganalisis kekuatan posisi keuangan dari perusahaan penerbit obligasi. Peringkat yang ditetapkan berkisar dari AAA (sangat istimewa atau superior) sampai dengan D (gagal bayar).

Bagaimana dengan obligasi konversi, apakah kelebihan yang dimilikinya?

Obligasi konversi merupakan obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham biasa pada harga tertentu. Bagi emiten, obligasi konversi merupakan daya tarik yang ditujukan kepada para investor untuk meningkatkan penjualan obligasi.

Manfaat dan Resiko Obligasi

Seperti halnya saham, investasi pada obligasi pun memiliki manfaat dan risiko. Simak manfaat dan risiko obligasi berikut ini!

1. Manfaat Obligasi

a. Bunga
Bunga dibayar secara reguler sampai jatuh tempo dan dite- tapkan dalam persentase dari nilai nominal. Contoh : Obligasi dengan kupon 10%, artinya pihak yang menerbitkan obligasi akan membayar sebesar Rp10 setiap Rp100 dari nilai nominal setiap tahun. Biasanya bunga dibayarkan setiap 3 atau 6 bulan sekali.

b. Capital Gain
Sebelum jatuh tempo biasanya obligasi diperdagangkan di Pasar Sekunder, sehingga investor mempunyai kesempatan untuk memperoleh Capital gain. Capital gain juga dapat diperoleh jika investor membeli obligasi dengan diskon, yaitu dengan nilai lebih rendah dari nilai nominalnya, kemudian pada saat jatuh tempo ia akan memperoleh pembayaran senilai dengan harga nominal.

c. Hak Klaim Pertama
Jika emiten bangkrut atau dilikuidasi, pemegang obligasi seba- gai kreditur memiliki hak klaim pertama atas aktiva perusahaan.

d. Hak Konversi atas Obligasi Konversi
Jika memiliki obligasi konversi, investor dapat mengonver- sikan obligasi menjadi saham pada harga yang telah ditetapkan, dan kemudian berhak untuk memperoleh manfaat atas saham tersebut.

2. Resiko Obligasi

a. Gagal Bayar (Default)
Sebagai investor, kemungkinan Anda akan menanggung risiko gagal bayar ini. Kegagalan dari emiten untuk melakukan pembayaran bunga serta utang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan emiten untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak obligasi.

b. Capital Loss
Capital loss terjadi jika Anda menjual obligasi sebelum jatuh tempo dengan harga yang lebih rendah daripada harga belinya.

c. Callability
Sebelum jatuh tempo, emiten mempunyai hak untuk membeli kembali obligasi yang telah diterbitkan. Obligasi demikian biasanya akan ditarik kembali pada saat suku bunga secara umum menunjukkan kecenderungan menurun. Jadi, pemegang obligasi yang memiliki persyaratan callability berpotensi merugi apabila suku bunga menunjukkan kecenderungan menurun. Biasanya untuk mengompensasi kerugian ini, emiten akan memberikan premium.

Sumber :

Mulyati, Sri.2009. Ekonomi 2: Ekonomi dan Kehidupan SMA/ MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional 

No comments: