Sunday, October 5, 2014

Mekanisme Perdagangan Efek di Bursa Efek

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang mekanisme perdagangan di bursa efek. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua mendeskripsikan serta menjelaskan tentang Pasar Modal di Indonesia.”

Proses perdagangan efek di bursa efek diawali dengan proses emisi efek atau yang sering disebut juga dengan istilah go public. Proses emisi adalah suatu rangkaian tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pihak perusahaan tertentu dalam rangka menerbitkan, menawarkan, dan menjual efek tertentu seperti saham dan obligasi kepada masyarakat luas melalui pasar modal. Perusahaan yang melakukan emisi efek disebut perusahaan emiten. Apakah setiap perusahaan dapat melakukan kegiatan ini? Setiap perusahaan yang berkeinginan melakukan proses emisi wajib memenuhi persyaratan yang diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 695/KMK.011/1985.

Persyaratan tersebut adalah sebagai berikut :
  • Bertempat kedudukan di Indonesia
  • Mempunyai modal yang telah disetor penuh sekurang-kurangnya Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)
  • Dalam dua tahun buku terakhir secara berturut-turut memperoleh laba dengan ketentuan perbandingan laba bersih tahun terakhir dan modal sendiri sekurang-kurangnya 10%
  • Laporan keuangan yang telah diperiksa oleh akuntan negara untuk dua tahun buku terakhir secara berturut-turut dengan pernyataan pendapat wajar tanpa syarat (unqualified opinion) untuk tahun terakhir

Setelah memenuhi persyaratan tersebut maka perusahaan dapat melakukan proses emisi efek (go public). Berikut tahap-tahap dalam proses emisi efek (go public) :

a. Tahap Konsultasi Pada BAPEPAM
Bapepam adalah badan utama pasar modal yang mempunyai wewenang untuk mengatur dan menyelenggarakan emisi efek. Kegiatan konsultasi ini bertujuan untuk mendapatkan izin emisi efek.

b. Tahap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS diselenggarakan untuk meminta persetujuan para pemegang saham tentang rencana emisi efek. Apabila rapat menyetujui dilaksanakan emisi efek maka harus pula ditentukan jumlah efek yang akan diemisikan.

c. Mengajukan Letter of Intent
Setelah RUPS menyetujui rencana penyelenggaraan emisi efek maka rencana tersebut harus disampaikan kepada Bapepam. Laporan rencana emisi efek tersebut berupa pernyataan secara tertulis di dalam sebuah surat yang disebut Letter of Intent (surat pernyataan kehendak). Letter of Intent berisikan pernyataan kehendak untuk melakukan emisi, data-data yang berkaitan dengan perusahaan, jumlah efek yang akan diemisikan, dan permasalahan yang dihadapi oleh calon perusahaan emiten untuk memperoleh bantuan apabila hal tersebut dimungkinkan.

d. Penunjukan Lembaga-lembaga Penunjang Emisi Efek
Untuk menjamin kelancaran dan kepastian hasil yang akan diperoleh melalui kegiatan emisi efek, perusahaan emiten harus menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga penunjang yang bergerak dalam bidang pasar modal. Lembaga-lembaga penunjang emisi efek tersebut adalah penjamin emisi efek, akuntan publik, perusahaan penilai (appraisal/valuer), konsultan hukum, notaris, trustee atau wali amanat, penanggung atau guarantor.

e. Mengajukan Pernyataan Pendaftaran
Emiten yang bermaksud menawarkan efek kepada masyarakat, terlebih dahulu wajib mengajukan pernyataan pendaftaran emisi efek kepada Ketua BAPEPAM melalui penjamin emisi efek. Dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 430/KMK.01/1978 ditegaskan bahwa:
  • pernyataan pendaftaran dilampirkan pada surat permohonan pendaftaran yang diajukan kepada Ketua Bapepam,
  • asli dari pernyataan pendaftaran tersebut harus ditandatangani di atas materai,
  • yang berhak menandatangani pernyataan pendaftaran adalah pihak yang mempunyai hak untuk mewakili perusahaan di dalam dan di luar pengadilan.

Selain ketentuan tersebut di atas, emiten pun sekurang-kurangnya melampirkan dokumen-dokumen berikut ini dalam mengajukan pernyataan pendaftaran.
  1. Contoh/specimen dari efek yang akan ditawarkan
  2. Rancangan prospektus, iklan, surat edaran atau selebaran yang digunakan untuk menawarkan efek
  3. Salinan akta pendirian/anggaran dasar beserta perubahan-perubahannya
  4. Riwayat hidup anggota direksi dan dewan komisaris.
  5. Susunan organisasi
  6. Laporan keuangan emiten untuk dua tahun terakhir yang disusun sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan ketentuan yang ditetapkan oleh Ketua Bapepam disertai laporan akuntan publik atau akuntan negara
  7. Surat izin kerja bagi tenaga asing
  8. Nomor Pokok wajib Pajak (NPWP)

f. Tahap Evaluasi dan Penilaian Kemampuan Calon Perusahaan Emiten
Tahap ini dilakukan oleh pihak Bapepam. Tujuan kegiatan dalam tahap ini adalah untuk menilai kemampuan calon perusahaan emiten yang menyangkut prospek usahanya serta kewajaran dan ketepatan data yang disajikan oleh calon perusahaan emiten yang bersangkutan kepada masyarakat umum.

g. Dengar Pendapat Akhir
Tahap dengar pendapat akhir ini (final hearing) diselenggarakan apabila hasil penilaian dan evaluasi menunjukkan bahwa calon perusa- haan emiten yang bersangkutan layak untuk melakukan emisi efek. Sebelum dengar pendapat akhir dilakukan, pihak Bapepam terlebih dahu- lu mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertulis kepada calon emiten, penja- min emisi efek, akuntan publik, notaris dan penasihat hukum. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan diutarakan pada kesempatan dengar pendapat akhir.

h. Tahap Dikeluarkannya Surat Ijin emisi Efek
Setelah kegiatan “dengar pendapat akhir” usai maka Ketua Bapepam atas nama menteri keuangan akan mengeluarkan  Surat Izin Emisi Efek. Dengan memperoleh surat izin emisi efek maka pihak calon perusahaan emiten mempunyai hak untuk mulai melaksanakan emisi efek kepada masyarakat melalui pasar modal.

i. Tahap Emisi Efek
Perusahaan emiten mulai memasuki tahap emisi efek setelah mendapat surat izin emisi efek. Tahap emisi ini dibagi menjadi dua, yaitu tahap penawaran umum pada pasar perdana (primary market), pencatatan (listing) di bursa efek, dan tahap penawaran pada pasar sekunder.

1. Pasar Perdana
Pasar perdana merupakan tempat pertama kali efek-efek diperda- gangkan. Bagaimana proses penawaran efek-efek tersebut? Di sini, saham dan efek-efek lainnya untuk pertama kalinya ditawarkan kepada investor oleh pihak penjamin emisi (underwriter) melalui perantara pedagang efek (broker dealer) yang bertindak sebagai agen penjual saham. Proses ini  biasa disebut dengan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagan berikut ini!


Setelah kalian mempelajari bagan di atas, tentunya kalian ingin mengetahui lebih jelas lagi, bagaimana prosedur penawaran dan pemesanan efek di pasar perdana? Prosedur penawaran dan peme- sanan efek di pasar perdana adalah sebagai berikut :
  1. Penawaran perdana suatu saham atau obligasi suatu perusahaan kepada investor public dilakukan melalui penjamin emisi dan agen penjual. Bagaimanakah prosedurnya? Tata cara pemesanan saham atau obligasi seperti, “harga penawaran”, “jumlah saham yang ditawarkan”, “masa penawaran”, dan informasi lain yang penting harus dipublikasikan di surat kabar berskala nasional dan diumumkan kepada masyarakat/publik dalam bentuk prospektus.
  2. Investor yang berminat, dapat memesan saham atau obligasi dengan cara menghubungi penjamin emisi atau agen penjual dan mengikuti prosedur  yang telah ditetapkan.
  3. Investor kemudian melakukan pemesanan saham atau obligasi tersebut dengan disertai pembayaran.
  4. Penjamin emisi dan agen penjual kemudian mengumumkan hasil penawaran umum tersebut kepada investor yang telah melakukan pemesanan.
  5.  Proses penjatahan saham atau obligasi (biasa disebut dengan “allotment”) kepada investor yang telah memesan dilakukan oleh penjamin emisi dan emiten yang mengeluarkan saham atau obligasi. Sehubungan dengan proses penjatahan, kalian perlu memperhatikan beberapa istilah yakni :“Undersubscribed” yaitu total saham atau obligasi yang dipesan oleh investor kurang dari total saham atau obligasi yang ditawarkan. dan “Oversubscribed” yaitu total saham atau obligasi yang dipesan oleh investor melebihi jumlah total saham atau obli- gasi yang ditawarkan. Dalam kondisi ini, terdapat kemung- kinan investor mendapatkan saham atau obligasi kurang dari jumlah yang dipesan, atau bahkan mungkin tidak men- dapatkan sama sekali.
  6. Apabila jumlah saham atau obligasi yang didapat oleh investor kurang dari jumlah yang dipesan, atau telah terjadi “oversubscribed” maka kelebihan dana investor akan dikembalikan (proses ini sering disebut dengan “refund”).
  7.  Saham atau obligasi tersebut kemudian didistribusikan kepada investor melalui Penjamin Emisi dan Agen Penjual.

 

 2. Pasar Sekunder

Pasar sekunder berbeda dengan pasar perdana. Jika pasar perdana merupakan tempat pertama kali menawarkan efek-efek, maka bagaimanakah dengan pasar sekunder?

Pasar sekunder adalah tempat diperjualbelikannya efek-efek yang telah dicatatkan di bursa efek setelah terlaksananya penawaran perdana. Dengan demikian memberi kesempatan pada para investor untuk membeli atau menjual efek-efek yang tercatat di bursa.

Lalu, bagaimanakah mekanisme perdagangan efek di pasar sekunder?  Perhatikan alur proses perdagangan pada pasar sekunder berikut ini.


Para investor yang menghendaki menjual atau membeli efek, tidak dapat langsung melakukan di bursa efek, melainkan harus melalui perantara perdagangan efek. Perantara perdagangan efek biasanya berupa perusahaan efek. Perusahaan efek yang telah mendapatkan izin sebagai perantara efek dapat melakukan aktivitas jual beli efek di bursa efek.  Perusahaan efek membeli dan atau menjual efek berdasarkan perintah jual dan atau perintah  beli dari investor.  Setiap perusahaan mempunyai karyawan yang disebut dengan wakil perantara pedagang efek, yang mempunyai wewenang untuk memasukkan semua perintah jual atau perintah beli ke dalam sistem perdagangan yang terdapat di bursa efek.

Bagaimana perintah (order) beli dan perintah (order) jual dari sekian banyaknya investor dapat cocok (matched)? Mekanisme “matching”(cocok) adalah berdasarkan kriteria prioritas harga dan prioritas waktu. Prioritas harga, artinya siapapun yang memasukkan order permintaan dengan harga beli (bid price) yang paling tinggi, akan mendapat prioritas utama untuk dapat “bertemu” dengan siapa pun yang memasukkan order penawaran dengan harga jual (offer price atau ask price) yang paling rendah. Prioritas waktu, artinya siapa pun yang memasukkan order beli atau jual lebih dahulu, akan mendapat prioritas pertama untuk dicocokkan (matched) oleh sistem.

Sumber :

Mulyati, Sri.2009. Ekonomi 2: Ekonomi dan Kehidupan SMA/ MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional 

No comments: