Monday, September 15, 2014

Skala Prioritas

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Skala Prioritas. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua dalam menganalisis hukum kelangkaan dalam ekonomi dan menganalisis masalah pokok ekonomi serta mencari pemecahannya melalui berbagai sistem ekonomi.

Di ekonomi kita mempelajari bahwa dalam memenuhi kebutuhannya, manusia dihadapkan pada masalah kelangkaan, yakni kebutuhan manusia yang tidak terbatas akan tetapi alat pemuas kebutuhan yang tersedia terbatas. Masalah kelangkaan inilah yang memaksa kita untuk melakukan pilihan (choice) alternatif-alternatif untuk mengambil keputusan sehingga kebutuhan kita yang banyak itu bisa terpenuhi.

Bagaimana cara kita menentukan pilihan yang tepat?

Dalam menentukan pilihan, kita haruslah berpikir secara rasional dalam mengambil keputusan dan mengesampingkan tindakan-tindakan irasional dalam mengambil keputusan. Artinya disini, kita harus menggunakan akal sehat kita dalam mengambil keputusan sehingga kita dapat mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya antara pengorbanan yang diberikan dan manfaat yang diperoleh.

Steven R. Covey menawarkan tabel skala prioritas yang dapat kita gunakan untuk menentukan kebutuhan mana yang harus kita dahulukan, mengingat sumber daya yang kita miliki terbatas untuk memenuhi kebutuhan kita yang banyak dan beraneka ragam.

Gambar skala prioritas

Dalam tabel skala prioritas terdapat empat kuadran yakni:
  • Kuadran I : merupakan kuadran yang mewakili kebutuhan yang penting dan mendesak untuk dipenuhi
  • Kuadran II : merupakan kuadran yang mewakili kebutuhan yang penting tapi kurang mendesak untuk dipenuhi
  • Kuadran III : merupakan kuadran yang mewakili kebutuhan yang kurang penting namun mendesak untuk dipenuhi
  • Kuadran IV : merupakan kuadran yang mewakili kebutuhan yang tidak penting dan tidak mendesak

Selain menggunakan tabel skala prioritas, kita juga dapat menggunakan “nilai pengaruh” atau skala dari setiap kebutuhan yang kita perlukan. Kita dapat menggunkan skala 1 sampai dengan 10 untuk setiap kebutuhan yang kita perlukan sesuai dengan tingkat kepentingannya, dimana artinya nilai 1 berarti kebutuhan tersebut tidak penting dan nilai 10 berarti kebutuhan tersebut sangatlah penting.

Prinsip ekonomi dapat kita gunakan untuk menentukan mana prioritas kebutuhan kita yang lebih penting sampai yang kurang penting. Masih ingat khan prinsip ekonomi? Prinsip ekonomi merupakan pedoman bagi kita untuk melakukan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan tingkat kerugian yang paling rendah diantara kemungkinan yang ada.

Dengan demikian kita dapat membuat kesimpulan, dalam membuat skala prioritas kita dapat membuat langkah-langkah sebagai berikut :
  • Menuliskan kebutuhan kita dalam suatu daftar kebutuhan
  • Mengelompokan kebutuhan kita dari segi kepentingannya
  • Membuat keputusan kebutuhan mana yang akan kita penuhi terlebih dahulu.

Berikut contoh untuk menentukan skala prioritas menggunakan alat tabel skala prioritas :
Kebutuhan Budi untuk sekolah di bulan Juli yaitu :
  • Membeli buku dan alat tulis untuk keperluan belajar
  • Membeli buku pelajaran
  • Membeli tas sekolah baru dengan model terbaru
  • Membeli LKS dari guru
  • Membeli sepatu baru karena sepatu lama sudah rusak
  • Menyiapkan ongkos untuk ke sekolah per harinya Rp. 10.000,-

Untuk menentukan kebutuhan mana yang lebih utama untuk dipenuhi, maka Budi membuat tabel skala prioritas sebagai berikut :

Gambar contoh skala prioritas

Dari tabel skala prioritas di atas maka budi dapat membuat keputusan :
  • Membeli buku dan alat tulis harus dipenuhi terlebih dahulu karena itu sangat penting dan mendesak
  • Ongkos adalah kebutuhan kedua yang harus dipenuhi, karena Budi tidak mau berjalan kaki ke sekolah, jadi dia harus menyiapkan ongkos selama sebulan dan anggaran tersebut tidak boleh terpakai untuk anggara lain
  • Membeli buku pelajaran dan LKS adalah prioritas selanjutnya yang harus dipenuhi, karena walaupun tidak mendesak, harus tetap dipenuhi agar proses belajar Budi nantinya tidak terganggu
  • Walaupun membeli sepatu tidak penting, namun merupakan prioritas selanjutnya untuk dipenuhi, karena mau tiak mau Budi harus mengganti sepatunya karena sudah tidak nyaman dipakai, tapi kalo anggarannya atau uangnya tidak mencukupi, toh sepatu lama masih bisa digunakan
  • Nampaknya Budi harus mengesampingkan niatnya untuk membeli tas baru karena tas lama masih bagus untuk digunakan, namun jika masih ada sisa anggaran ia akan membeli tas baru tersebut

Berikut contoh jika Budi akan menggunakan pendekatan nilai pengaruh untuk menentukan skala prioritas kebutuhan sekolahnya :
  • Kebutuhan Budi untuk sekolah di bulan Juli yaitu :
  • Membeli buku dan alat tulis untuk keperluan belajar nilai skor 10
  • Membeli buku pelajaran nilai skor 7
  • Membeli tas sekolah baru dengan model terbaru nilai skor 4
  • Membeli LKS dari guru nilai skor 8
  • Membeli sepatu baru karena sepatu lama sudah rusak nilai skor 5
  • Menyiapkan ongkos untuk ke sekolah per harinya Rp. 10.000,- nilai skor 9

Dengan demikian skala prioritas budi dlam memenuhi kebutuhannya adalah sebagai berikut :
  • Membeli buku dan alat tulis untuk keperluan belajar
  • Menyiapkan ongkos untuk ke sekolah per harinya Rp. 10.000,-
  • Membeli LKS dari guru
  • Membeli buku pelajaran
  • Membeli sepatu baru karena sepatu lama sudah rusak
  • Membeli tas sekolah baru dengan model terbaru


No comments: