Monday, September 15, 2014

Sewa Guna Usaha atau Leasing

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Sewa Guna Usaha atau Leasing. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua mendeskripsikan serta menyajikan peran dan produk dari bank, lembaga keuangan bukan bank, OJK dan bank sentral.”

Di Indonesia sudah dikenal melalui surat keputusan bersama Menteri Keuangan dan Mentri Perdagangan Repupblik Indonesia dengan No. KEP-122/MK/IV/2/1974, No. 32/M/SK/2/1974, dan No.30/Kpb/1974 tanggal 7 februari 1974 tentang perizinan usaha leasing.

Defenisi leasing atau sewa guna usaha adalah setiap kegiatan dalam pembiyaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang yang telah disepakati bersama.

Adanya lembaga keuangan leasing merupakan salah satu alternatif yang menarik bagi para pengusaha karena pada saat ini mereka cendrung menggunakan dana rupiah tunai untuk kegiatan operasional perusahaan. Melalui leasing mereka bisa meperoleh dana untuk membiayai pembelian barang-barng modal dalam jangka waktu pengembalian antara tiga tahun atau lima tahun ataupun lebih.

Suatu keuntungan lain jika ditinjau dari laporan keuangan fiskal adalah transaksi capital lease diperhitungkan sebagai operational lease pembayaran lease dianggap sebagai biaya mengurangi pendapatan kena pajak. Tetapi tidak begitu halnya jika ditinjau dari segi komersial.

Ada beberapa istilah yang bisa dikenal dalam leasing (sewa guna usaha) yaitu :
  • Lease: suatu kontrak sewa atas penggunaan harta untuk suatu periode tertentu dengan sewa trtentu.
  • Lessee: pemakaian aktiva yang akan di lease. Perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiyaan dari pihak perusahaan leasing.
  • Lessor:copemilik dari aktiva yang akan dilease
  • Laese term: jangka waktu lease yang di tetap dan tidak dapat dibatalkan.
  • Residual Value: nilai leased asset yang diperkirakan dapat direalisasi pada akhir periode sewa.
  • Security Deposit (SD): Jaminan kas yang diminta lessoruntuk menjamin  pembayaran sewa atau kewajiban sewa lainnya.

 Jenis-Jenis Leasing (Sewa Guna Usaha)

Dari jenis-jenis leasing yang ada, Maka dapat dapat diklafikasikan kedalam beberapa jenis berikut:

1. Capital Lease
Perusahaan leasing pada jenis ini berlaku sebagai suatu lembaga keuangan. Lessee yang akan membutuhkan suatu barang modal menentukan sendiri jenis serta spesifikasi dari barang yang dibutuhkan. Lessee juga mengadakan negoisasi langsung dengan supplier mengenai harga, syarat-syarat perawatan serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengoperasian barang tersebut.
Lessor akan mengeluarkan dananya untuk membayar barang tersebut kepada supplier dan kemudian barang tersebut diserahkan kepada lessee. Sebagai imbalan atas jasa pengguanaan barang tersebut lessee akan membayar secara berkala kepada lessor sejumlah uang yang berupa rental untuk jangka waktu tertentu yang telah disepakati bersama.
Jumlah rental ini secara keseluruhan akan meliputi harga barang yang dibayar oleh lessor ditambah faktor bunga serta keuntungan pihak lessor. Selanjutnya capital atau finance lease masih bisa dibedakan menjadi dua yaitu:
  • Direct Finance Lease Transaksi ini terjadi jika lessee sebelumnya belum pernah memiliki barang yang dijadikan objek lease. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa lessor membeli suatu barang atas permintaan lessee dan akan dipergunakan oleh lessee.
  • Sale And Lease Back Sesuai dengan namanya, dalam transaksi ini lessee menjual barang yang telah dimilikinya kepada lessor. Atas barang yang sama ini kemudian dilakukan suatu kontrak leasing antara lessee dengan lessor. Dengan memperhatikan mekanisme ini, maka perjanjian ini memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan direct finance lease. Di sini lessee memerlukan cash yang bisa dipergunakan untuk tambahan modal kerja atau untuk kepentingan lainnya. Bisa dikatakan bahwa dengan sistem sale and lease back memungkinkan lessor memberikan dana untuk keperluan apa saja kepada kliennya dan tentu saja dana yang dibutuhkan sesuai dengan nilai objek barang lease.

2. Operating Lease
Pada operating lease, lessor membeli barang dan kemudian menyewakan kepada lessee untuk jangka waktu tertentu. Dalam praktik lessee membayar rental yang besarnya secara keseluruhan tidak meliputi harga barang serta biaya yang telah dikeluarkan oleh lessor.
Di dalam menentukan besarnya pembayaran lease, lessor tidak memperhitungkan biaya-biaya tersebut karena setelah masa lease berakhir diharapkan harga barang tersebut masih cukup tinggi. Di sini jelas tidak ditentukan adanya nilai sisa serta hak opsi bagi lessee.

3. Sales type lease (Lease Penjualan)
Lease penjualan biasanya dilakukan oleh perusahaan industri yang menjual lease barang hasil produksinya. Dalam kontrak penjualan lease diakui dua macam pendapatan yaitu pendapatan penjualan barang dan pendapatan bunga atas jasa pembelanjaan selama jangka waktu lease.

4. Leverage Lease
Pada leasing ini dilibatkan pihak ketiga yang disebut credit provider. Lessor tidak membiayai objek leasing hingga sebesar 100% dari harga barang melainkan hanya antara 20% hingga 40%. Kemudian sisa dari harga barang tersebut akan dibiayai oleh credit provider.

5. Cross Border Lease
Transaksi pada jenis ini merupakan suatu transaksi leasing yang dilakukan dengan melewati batas suatu negara. Dengan demikian antara lessor dan lessee terletak pada dua negara yang berbeda. Barang-barang atau peralatan yang ditransaksikan dalam cross border lease meliputi nilai jutaan dollar Amerika Serikat. Seperti Pesawat terbang bermesin jet dari Pabrikan Boeing dan Airbus.

Prosedur dan Mekanisme dalam Leasing

Dalam melakukan perjanjian leasing terdapat prosedur dan mekanisme yang harus dijalankan yang secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut:
  • Lessee bebas memilih dan menentukan peralatan yang dibutuhkan, mengadakan penawaran harga dan menunjukkan suplier peralatan yang dimakdud
  • Setelah lessee mengisi formulir permohonan, maka dikirimkan kepada lessor disertai dokumen lengkap.
  • Lessor mengevaluasi kelayakan kredit dan memutuskan untuk nmemberikan fasilitas lease dengan syarat dan kondisi yang disetujui lessee
  • Pada saat yang sama, lessee dapat menandatangani kontrak asuransi untuk peralatan yang dilease dengan perusahaan yang disetujui lessor
  • Kontrak pembelian peralatan akan ditandangani lessor dengan suplier peralatan tersebut
  • Suplier dapat mengirimkan peratan yang dilease ke lokasi lessor
  • Lessee menandatangani tanda terima peralatan dan menyerahkan kepada supplier
  • Suplier menyerahkan tanda terima
  • Lessor membayar harga peralatan yang dilease kepada suplier
  • Lessee membayar sewa lease secara periodik sesuai dengan jadwal pembayaran


Manfaat Leasing
Manfaat dan keuntungan-keuntungan sebagai berikut :
  • Bersifat fleksibel
  • Tidak diperlukan adanya jaminan
  • Capital saving
  • Cepat dalam pelayanan
  • Pembayaran ansuran lease diperlakukan sebagai biaya operasional
  • Sebagai pelindung terhadapinflasi
  • Adanya hak opsi lessee pada akhirn masa leasing
  • Adanya kepastian hukum
  • Terkadang leasing merupakan satu-satunya cara untuk men dapatkan aktiva bagi suatu perusahaan

 Bidang/Sektor Sewa Guna Usaha

Bidang-bidang yang dapat memperoleh jasa pembiyaan sewa guna usaha adalah manufakturing, pengangkutan, pertambangan, kontruksi, perdagangan, pertsnian dan perkebunan, perikanan dan pertenakan, peralatan kantor, perbengkelan, kesehatan, pariwisata, perhubungan, kehutanan, berbagai pelayanan jasa dan lain-lain.
Terdapat sekitar 70 perusahaan sewa guna usaha yang hampir semua berkedudukan di Jakarta dan daerah sekitarnya. Memang tidak setiap perusahaan sewa guna usaha menawarkan barang dam modal untuk setiap bidang usaha, namun hanya beberapa saja, maka untuk mengefesienkan penawaran jasa pembiyaan sewa guna usaha mereka membentuk asosiasi leasing Indonesia yang berkedudukan di Jakarta.

Metode Pembayara Leasing

Besarnya uang sewa yang dibayarkan oleh lessee terdiri dari unsur bunga dan cicilan pokok yang jumlahnya selalu berubah-ubah. Pembayaran bunga tersebut akan semakin kecil sejalan dengan penurunan saldo pinjaman pokok. Pembayaran sewa dapat dilakukan dengan mengunakan dua cara yaitu sebagai berikut:
  1. Pembayanran di muka Pembayaran ansuran pertama dapt dilakukan pada saat realisasi. Angsuran ini hanya mengurangi utang pokok karena pada saat itu belum dikenakan bunga.
  2. Pembayaran di belakang Angsuran realisasi dilakukan pada bulan berikutnya. Angsuran ini mengandung unsur bunga cicilan pokok.

 Sangsi-sangsi

Seperti jenis pinjaman lainnya, bahwa tidak semua pinjaman berjalan mulus atau berjalan dengan prosedur yang ada, sekalipun sudah melalui prosedur yang benar. Halini disebabkan oleh banyak faktor. Begitu pula dengan perusahaan leeasingjelas tidak semua barang dan modal yang dibiayai akan terlunasi sesuai rencana. Oleh karena itu perlu ada tindakan lebih lanjut bagi lessee yang lalai berupa sangsi-sangsi yang telah disepakati.
Sangsi-sangsi yang dinerikan pihak lessor kepada pihak lessee apabila lessee ingkar janji atau tidak memenuhi kewaiban kepada pihak lessor sesuai perjanjian yang telah disepakati adalah sebagai berikut :
  • Berupa teguran lisan supaya melunasi
  • Jika teguran lisan tidak digubris, maka akan diberi teguran tertulis
  • Dikenakan denda sesuai perjanjian
  • Penyitaan barang yang dipegang oleh lessee.

Dengan semakin berkembangya dunia bisnis, maka semakin banyakperusahaan yang terjun ke dunia bisnis. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang terjun ke dunia bisnis, maka semakin banyak kebutuhandana dan modal yang harus dipenuhi oleh berbagai perusahaan. Hal tersebut mendorong industry bisnis yang bergerak dalam bidangpembiayaan yang disebut lembaga pembiayaan.

Leasing termasuk ke dalam salah satu bentuk lembaga pembiayaan karenayang dikatakan dengan lembaga pembiayaan adalah suatu badan usahayang di dalam melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaandana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung darimasyarakat. Sedangkan leasing adalah setiap kegiatan pembiayaanperusahaan dalam bentuk penyediaan barang–barang modal untukdigunakan oleh suatu perusahaan, untuk jangka waktu tertentu, berdasarkanpembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih (optie) bagiperusahaan tersebut untuk membeli barang–barang modal yangbersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilaisisa yang telah disepakati bersama. Oleh karena itu, leasing termasuk salahsatu jenis lembaga pembiayaan karena leasing membiayai perusahaandalam bentuk penyediaan barang modal.


No comments: