Sunday, September 7, 2014

Proses terbentuknya harga keseimbangan (Ekuilibrium)

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas proses terbentuknya harga keseimbangan. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua dalam menganalisis dan mendeskripsikan konsep permintaan dan penawaran dalam perekonomian.

Pada umumnya, seorang pembeli selalu menginginkan barang dan jasa yang dibutuhkannya dengan mutu yang baik dan harga yang murah. Namun keinginan pembeli tersebut bertolak belakang dengan keinginan penjual.

Seorang penjual tentu saja ingin menjual produknya dengan harga tinggi agar mendapat keuntungan yang maksimal. Keinginan antara penjual dan pembeli yang bertolak belakang ini, bila bertemu di pasar akan menyebabkan adanya tawar menawar. Apabila terjadi kesepakatan dalam kegiatan tawar menawar ini, maka terjadilah permintaan dan penawaran. Dengan demikian, dapat dikatakan ekuilibrium pasar terjadi apabila pada suatu tingkat harga tertentu jumlah barang yang diminta di pasar sama dengan jumlah barang yang ditawarkan di pasar tersebut.

Gambaran kekuatan permintaan dan penawaran dapat dilihat pada kurva permintaan kaos dan penawaran kaos.

Seperti penjelasan sebelumnya, kurva permintaan mempunyai slope negatif dan kurva penawaran mempunyai slope positif. Jika kedua kurva ini bertemu, maka kita temukan titik potong. Titik potong inilah yang disebut titik keseimbangan pasar. Pada titik keseimbangan ini penjual dan pembeli sama-sama puas, antara penjual dan pembeli terjadi kesepakatan harga. Perhatikanlah bagaimana harga keseimbangan terbentuk pada contoh berikut ini.

tabel permintaan kaos
tabel penawaran kaos
kurva permintaan kaos
kurva penawaran kaos

Apabila permintaan dan penawaran kaos serta kurvanya kita gabungkan maka hasil penggabungannya sebagai berikut.

Tabel Penggabungan permintaan dan penawaran kaos
kurva penggabungan permintaan dan penawaran kaos

Dari tabel penggabungan permintaan dan penawaran kaos, dapat diketahui harga keseimbangan dicapai pada harga Rp30.000,00, di mana permintaan kaos sama dengan penawaran kaos yaitu sebanyak 2.000 potong. Hal ini dapat dilihat pada kurva penggabungan permintaan dan penawaran kaos, di mana harga keseimbangan (harga pasar) ditunjukkan pada titik E.

1. Pasar di Luar Titik Keseimbangan

Pada dasarnya, di pasar pembeli dan penjual selalu mengambil tindakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan. Namun dalam keseimbangan pasar ada tiga keadaan yang terjadi, yaitu:
a. Keadaan kelebihan penawaran (surplus), terjadi apabila jumlah yang ditawarkan di pasar melebihi dari jumlah barang yang diminta.
b. Keadaan kelebihan permintaan (shortage), terjadi apabila jumlah yang diminta para pembeli melebihi dari jumlah yang ditawarkan penjual.
c. Keadaan ekuilibrium, terjadi apabila jumlah yang ditawarkan para penjual sama dengan jumlah yang diinginkan pembeli.

Tiga keadaan ini dapat dijelaskan pada tabel dan kurva berikut ini.



2. Perubahan-Perubahan dalam Ekuilibrium

Permintaan dan penawaran dapat berubah karena ada banyak faktor yang memengaruhi seperti selera konsumen, pendapatan, biaya produksi, dan lain-lain. Hal ini mengakibatkan kurva permintaan dan kurva penawaran mengalami pergeseran seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Perubahan permintaan dan penawaran ini dapat memengaruhi keadaan keseimbangan. Ada empat kemungkinan yang menyebabkan perubahan ekuilibrium yaitu:
a. permintaan bertambah,
b. permintaan berkurang,
c. penawaran bertambah, dan
d. penawaran berkurang.

Perubahan akibat pergeseran kurva penawaran

Keterangan (perubahan ekuilibrium akibat pergeseran kurva penawaran):
Harga dan kuantitas ekuilibrium bergeser karena terjadi pergeseran pada kurva penawaran yaitu pada saat titik P l P1 (harga dan kuantitas ekuilibrium turun) dan P l P2 (harga kuantitas ekuilibrium naik).

perubahan akibat pergeseran kurva permintaan

Keterangan (perubahan ekuilibrium akibat pergeseran kurva permintaan):
Ekuilibrium pasar mula-mula terjadi di titik P yaitu pada saat harga barang X sebesar Rp30.000,00 dan kuantitas ekuilibrium sebanyak 2.000. Namun pada saat terjadi peningkatan dan penurunan permintaan, kuantitas ekuili- brium bergeser dari titik P l P1 (harga dan kuantitas ekuilibrium naik) dan P l P2 (harga kuantitas ekuilibrium turun).

Sumber :

Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional 

No comments: