Monday, September 15, 2014

Permasalahan Pokok Ekonomi

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Permasalahan Pokok Ekonomi. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua dalam menganalisis hukum kelangkaan dalam ekonomi dan menganalisis masalah pokok ekonomi serta mencari pemecahannya melalui berbagai sistem ekonomi.

Berangkat pada kenyataan bahwa kebutuhan manusia yang tidak terbatas jumlahnya, dengan alat pemuas yang terbatas jumlahnya sehingga menimbulkan kelangkaan maka akan timbul suatu permasalahan ekonomi yaitu bagaimana dengan sumber-sumber daya yang terbatas manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya yang banyak dan beraneka ragam itu. Masalah ekonomi ini dihadapi oleh perorangan, keluarga, perusahaan, bangsa, dan negara secara keseluruhan bahkan dunia internasional.

Dengan demikian manusia harus selalu memikirkan upaya-upaya yang harus dilakukan dalam memecahkan masalah ekonomi yang dihadapinya tersebut.

Adapun masalah ekonomi yang dihadapi manusia, pada dasarnya meliputi tiga persoalan pokok, yaitu :
  • Barang dan jasa apa yang harus diproduksi (what)?
  • Bagaimana cara memproduksi barang dan jasa tersebut (how)?
  • Untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi (for whom)?

1. Menentukan Barang dan Jasa yang Harus Diproduksi

Persoalan ini merupakan faktor penting terutama dalam menentukan corak peng- gunaan faktor-faktor produksi, sehingga barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi dan berapa banyak jumlahnya dapat di- tentukan. Barang dan jasa yang dihasilkan sangat banyak jenisnya. Sementara itu sumber daya terbatas jumlahnya sehingga masyarakat (dalam hal ini yang dimaksud adalah produsen) harus menentukan pilihan- pilihan, manakah yang harus dipilih untuk diproduksi.

Setelah memutuskan hal tersebut, masyarakat harus memutuskan berapa jumlah yang harus diproduksi. Dengan demikian pengalokasian sumber daya (faktor produksi) dapat ditentukan. Keputusan-keputusan yang diambil ini tidak lain adalah untuk mencapai keuntungan yang maksimal. Contohnya, dengan memiliki modal sebesar Y, apakah dapat mendatangkan keuntungan maksimal sebesar X? Apakah sebaiknya modal Y digunakan untuk memproduksi T-shirt ataukah jaket? Produk mana yang lebih disukai konsumen? Manakah yang harus dipilih untuk diproduksi agar mendapat keuntungan maksimal?

2. Menentukan Cara Barang dan Jasa Diproduksi

Setidaknya timbul empat pertanyaan yang timbul ketika akan menentukan cara barang dan jasa diproduksi, yaitu :
  • Bagaimana proses produksi dilakukan?
  • Siapa yang melaksanakan proses produksi?
  • Teknik apa yang digunakan dalam proses produksi?
  • Sumber daya apa saja yang digunakan dalam proses produksi?

Hal-hal di atas dimaksudkan agar terjadi efisiensi selama proses produksi. Masalah efisiensi merupakan salah satu faktor yang akan dijadikan dasar dalam melakukan pemilihan. Pilihan akan diletakkan pada cara memproduksi yang mampu untuk menciptakan barang dan jasa dengan cara yang paling efisien. Masalah efisiensi dalam proses produksi tidaklah terbatas pada efisiensi dari segi teknik dan kombinasi sumber daya yang digunakan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah besarnya jumlah permintaan.

Apabila permintaan sangat besar, maka penggunaan teknik yang modern akan menaikkan efisiensi. Namun jika permintaan tidak terlalu banyak maka penggunaan teknik produksi yang lebih sederhana akan menciptakan efisiensi yang lebih baik. Apabila terjadi efisiensi dalam proses produksi maka produksi dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan keuntungan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Contohnya, pada proses produksi batik tulis, penggunaan tenaga kerja yang banyak akan lebih baik dibandingkan bila menggunakan tenaga mesin karena batik tulis tidak dapat dikerjakan dengan mesin. Dengan demikian penggunaan tenaga kerja tidak dapat digantikan dengan tenaga mesin.

Proses produksi seperti ini akan berdampak tersedianya lapangan kerja dalam jumlah besar sehingga mengurangi pengangguran. Berbeda dengan proses produksi padat modal yang mengandalkan tenaga mesin dan peralatan canggih lainnya, memang pada dasarnya memberi keuntungan pada proses produksi yaitu dapat dilakukan dengan lebih cepat, murah, dan efisien. Namun, hal ini akan menimbulkan banyak pengangguran, karena kesempatan kerja menjadi hilang.

Hal sama akan terjadi, bila kegiatan produksi beralih pada bidang lain. Contohnya, apabila proses produksi batik tulis yang menggunakan padat karya diganti dengan produksi padat modal misalnya produksi cat yang efisiensi lebih tinggi karena meng- gunakan mesin, maka dapat dipastikan pengangguran akan terjadi karena hilangnya kesempatan kerja bagi tenaga kerja.

3. Menentukan untuk Siapa Barang dan Jasa Diproduksi

Permasalahan ini terkait dengan pendistribusian barang dan jasa kepada masyarakat, yaitu untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi, siapa saja yang memperoleh manfaat atau menikmati barang dan jasa tersebut, serta apakah barang dan jasa tersebut ditujukan pada masyarakat umum ataukah pada segmen pasar tertentu (khusus)?

Sumber :

Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional 

No comments: