Saturday, September 6, 2014

Pasar Monopoli

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Pasar Monopoli. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua dalam mendeskripsikan konsep  pasar dan  terbentuknya harga pasar  dalam perekonomian.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita temui bentuk pasar monopoli, yaitu situasi pasar di mana hanya ada satu penjual produk dan produk tersebut tidak ada penggantinya (no substitutes). Oleh sebab itu perilaku dalam pengambilan keputusan di pasar agak berbeda dengan pasar persaingan sempurna. Pemahaman perilaku monopoli sangat penting bagi para pengambil kebijakan dalam rangka mengendalikan perekonomian yang sesuai dengan keinginan masyarakatnya.

Monopoli dapat terjadi karena beberapa sebab berikut ini.

1. Adanya Penguasaan Bahan Mentah
Misalnya, perusahaan listrik negara (PLN), karena listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat secara luas, maka penguasaan atau pengelolanya ditangani oleh pemerintah seperti dalam UUD 1945. Demikian pula dengan PT KAI, walaupun jasa angkutan bukan monopoli oleh PT KAI (masih ada bus dan pesawat) tetapi tidak ada perusahaan lain yang menyainginya.

2. Penguasaaan Teknik Produksi Tertentu
Selama teknik produksi tidak ada yang meniru, maka pasar barang-barang tersebut akan dikuasai oleh si monopolis.

3. Adanya Hak Paten untuk Produk Tertentu (Merupakan Unsur Yuridis)
Untuk mendapatkan hak paten ini biasanya harus didahului oleh adanya suatu penemuan. Misalnya Graham Bell menemukan pesawat telepon, atau Thomas Alfa Edison menemukan bola lampu pijar. Hak paten ini diberikan oleh Departemen Kehakiman dan mempunyai masa berlaku tertentu. Selama jangka waktu tersebut tidak ada orang lain yang dapat memproduksi barang yang sama, karena jika memproduksi maka akan dituntut ke pengadilan.

4. Adanya Lisensi
Hal ini bisa terjadi karena diperoleh secara institusional. Misalnya, monopoli yang dipegang oleh PT ASTRA Internasional, yaitu monopoli untuk perakitan dan penjualan mobil baru merk Toyota.

5. Monopoli yang Diperoleh secara Alamiah (Tidak Perlu Adanya Paten atau Lisensi)
Monopoli alamiah ini biasanya terjadi karena faktor luas pasar yang tidak terlalu besar sehingga tidak memungkinkan lebih dari satu penjual. Masuknya perusahaan baru biasanya tidak akan menguntungkan, sebab perusahaan lama yang memegang monopoli sudah mempunyai pengalaman yang lebih luas dan mempunyai kekayaan nonmaterial atau goodwill dari masyarakat. Oleh sebab itu pendatang baru akan dapat bertahan jika mempunyai teknologi yang lebih efisien.

Berikut ini akan dibahas mengenai ciri-ciri, kelebihan, dan kelemahan yang ada pada pasar monopoli.

a. Ciri-Ciri Pasar Monopoli
Pasar monopoli mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini.
  1. Di dalam pasar hanya terdapat satu penjual.
  2. Jenis barang yang diproduksi tidak ada penggantinya (no substituses) yang mirip.
  3. Ada hambatan atau rintangan (barriers) bagi perusahaan baru yang akan masuk dalam pasar monopoli.
  4. Penjual tunggal tidak dipengaruhi dan tidak memengaruhi harga serta output dari produk-produk lain yang dijual dalam perekonomian.

b. Kelebihan Pasar Monopoli
Banyak orang yang mempunyai pandangan yang negatif terhadap perusahaan monopoli. Mereka selalu menganggap bahwa suatu perusahaan dalam pasar monopoli dapat menetapkan harga dengan sekehendak hatinya dan oleh karena itu akan selalu mendapat keuntungan yang sangat berlebihan. Namun tidaklah demikian dengan pasar monopoli. Pasar monopoli memiliki beberapa kelebihan, seperti berikut ini.
  1. Karena hanya ada penjual tunggal, maka keuntungan yang maksimal dapat diperoleh.
  2. Adanya peraturan pemerintah, membuat penjual tidak bisa menentukan harga semena-mena.

c. Kelemahan Pasar Monopoli
Selain kelebihan-kelebihan di atas, pasar monopoli identik dengan banyak hal-hal yang negatif, seperti berikut ini.
  1. Tidak ada pilihan lain untuk membeli barang karena barang yang diperjualbelikan hanya satu macam.
  2. Konsumen dapat dirugikan karena terjadi eksploitasi pembeli, terutama saat terjadi peningkatan permintaan.
  3. Keuntungan terpusat pada satu perusahaan saja, karena tidak ada perusahaan lain yang memperoleh keuntungan dari usaha tersebut.

 * Campur Tangan (Peran) Pemerintah *

Monopoli merupakan pengusaha tunggal, karena itu pemerintah biasanya turut campur tangan dalam sektor yang dikuasai oleh pemerintah tersebut, untuk mencegah jangan sampai besarnya kekuasaan tersebut disalahgunakan.

Berikut ini cara-cara yang digunakan oleh pemerintah.
  1. Pemerintah membuat undang-undang yang melarang adanya monopoli dan atau kolusi di antara para pengusaha yang mempunyai akibat yang sama dengan monopoli.
  2. Pemerintah dapat mengusahakan sendiri bidang usaha pos, telepon, air, listrik, dan sebagainya ditempatkan dalam penguasaan pemerintah agar kepentingan masyarakat banyak selalu diperhatikan.
  3. Pemerintah dapat menerapkan pajak progresif atas dasar besar kecilnya pangsa pasar yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Monopoli murni akan mendapat beban tertinggi karena pangsa pasar yang dikuasai- nya adalah seratus persen.
  4. Menetapkan harga tertinggi, sementara itu dari segi permintaan dikenal monopsoni. Jika pengertian monopoli mengacu pada produsen tunggal, maka dalam monopsoni hanya terdapat satu pembeli (pembeli tunggal). Pembeli tunggal kebanyakan merupakan produsen daripada konsumen.


Misalnya, sebuah perusahaan makanan kaleng memerlukan tomat yang memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh perusahaan tersebut. Tomat itu hanya ditemukan di perkebunan tomat di daerah tertentu. Karena itu, perusahaan tersebut tidak begitu saja menerima penawaran yang diajukan oleh petani tomat. Dalam hal ini jelas bahwa perusahaan (yang merupakan pihak pembeli) dapat menentukan harga produk yang akan dibelinya dari para petani. Jika terdapat beberapa pembeli disebut pasar oligopsoni.

Sumber :

Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional 

No comments: