Friday, September 12, 2014

Masalah-masalah yang dihadapi Pemerintah di Bidang Ekonomi

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang masalah-masalah yang dihadapi Pemerintah di Bidang Ekonomi. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua dalam menganalisis kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait dengan perekonomian.

Dua masalah ekonomi utama yang dihadapi setiap masyarakat di suatu negara adalah pengangguran dan inflasi. Kedua masalah ekonomi ini dapat menyebabkan dampak negatif yang bersifat ekonomi, politik, dan sosial. Untuk menghindari berbagai dampak negatif yang mungkin timbul berbagai kebijakan ekonomi perlu dijalankan. Berikut ini masalah-masalah utama yang akan selalu dihadapi suatu negara.

1. Masalah Pengangguran

Pengangguran adalah suatu keadaan di  mana se- seorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat mem- perolehnya. Seseorang yang tidak bekerja tetapi tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak tergolong pengangguran. Contohnya, ibu rumah tangga yang tidak ingin bekerja karena ingin mengurus keluarganya tidak tergolong sebagai pengangguran. Seorang anak keluarga kaya yang tidak mau bekerja karena gajinya lebih rendah dari yang diinginkannya juga tidak tergolong sebagai pengangguran.

Industrialisasi yang melanda negara-negara berkembang saat ini, selain menciptakan suatu keber- hasilan juga menimbulkan berbagai dampak yang pelik, yaitu masalah pengangguran dan kesempatan kerja. Tidak hanya negara maju yang menghadapi masalah pengangguran dan kesempatan kerja, hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia belum mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup memadai. Kurangnya lapangan kerja merupakan masalah yang harus ditangani dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah.

Masalah pengangguran tidak hanya dalam konteks nasional, tetapi dalam konteks internasional yang memandang negara-negara yang sedang berkembang sebagai bagian peningkatan independensi (saling ketergantungan) yang sangat timpang dalam sistem ekonomi dunia. Di negara maju titik berat strategi pembangunan nampaknya ditekan untuk mengalihkan pertumbuhan menuju ke usaha-usaha yang menyangkut kualitas hidup. Usaha-usaha tersebut dimanifestasikan secara prinsip dalam perubahan keadaan lingkungan hidup.

Masalah pengangguran tidak jauh dari masalah kemiskinan. Keduanya selalu beriringan, karena dampak dari pengangguran adalah kemiskinan. Dengan demikian problem pengangguran, kemiskinan, dan distribusi pendapatan menjadi sama-sama penting dalam pembangunan negara. Dengan demikian, tepat sekali apabila inti pokok sasaran pembangunan berkisar pada pemberantasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang diwujudkan dengan pembagian pendapatan secara adil dan merata.

Agar sasaran pembangunan tersebut tercapai, pemerintah perlu membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi masalah pengangguran yang bersifat ekonomis. Kebijakan-kebijakan yang bersifat ekonomis antara lain:

a. Menyediakan Lowongan Pekerjaan
Kebijakan pemerintah untuk mengatasi pengangguran merupakan usaha yang terus menerus, dalam arti usaha jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka panjang usaha mengatasi pengangguran diperlukan karena jumlah penduduk yang terus menerus meningkat. Maka untuk menghindari masalah pengangguran yang semakin serius, tambahan lowongan pekerjaan yang cukup, perlu disediakan dari tahun ke tahun. Dalam jangka pendek pengangguran dapat menjadi bertambah serius, yaitu ketika berlaku kemunduran atau pertumbuhan ekonomi yang lambat. Dalam masa seperti itu kesempatan kerja bertambah dengan lambat dan pengangguran meningkat. Menghadapi keadaan yang seperti ini usaha-usaha pemerintah untuk mengatasi pengangguran perlu ditingkatkan.

b. Meningkatkan Taraf Kemakmuran Rakyat
Kenaikan kesempatan kerja dan pengurangan pengangguran sangat berhubungan dengan pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat. Kenaikan kesempatan kerja menambah produksi nasional dan pendapatan nasional.
Perkembangan ini selanjutnya akan menambah kemakmuran masyarakat. Ukuran kasar dari kemakmuran masyarakat adalah pendapatan perkapita yang diperoleh dengan cara membagikan pendapatan nasional dengan jumlah penduduk. Dengan demikian kesempatan kerja yang semakin meningkat dan pengangguran yang semakin berkurang bukan saja menambah pendapatan nasional, tetapi juga meningkatkan pendapatan perkapita. Melalui perubahan ini kemakmuran masyarakat akan bertambah.

c. Memperbaiki Pembagian Pendapatan
Pengangguran yang semakin tinggi menimbulkan efek yang buruk kepada kesamarataan pembagian pendapatan. Pekerja yang menganggur tidak memperoleh pendapatan, sehingga pengangguran yang terlalu besar cenderung untuk menurunkan upah golongan berpendapatan rendah. sebaliknya, pada kesempatan kerja yang tinggi tuntutan kenaikan upah akan semakin mudah diperoleh. Dari keadaan ini dapat disimpulkan bahwa usaha menaikkan kesempatan kerja dapat juga digunakan sebagai alat untuk memperbaiki pembagian pendapatan dalam masyarakat.

2. Masalah Inflasi (Kenaikan Harga)

Masalah yang terus menerus mendapat perhatian pemerintah adalah masalah inflasi. Berdasarkan sumber dan penyebab kenaikan harga-harga yang berlaku, inflasi dibedakan menjadi tiga bentuk :

a. Inflasi Tarikan Permintaan
Inflasi ini biasanya terjadi pada masa perekonomian berkembang dengan pesat. Kesempatan kerja yang tinggi menciptakan tingkat pendapatan yang tinggi dan selanjutnya menimbulkan pengeluaran yang melebihi kemampuan ekonomi mengeluarkan barang dan jasa. Pengeluaran yang berlebihan ini akan menimbulkan inflasi. Selain dalam masa perekonomian berkembang pesat, inflasi tarikan permintaan juga dapat berlaku pada masa perang atau ketidakstabilan politik yang terus menerus. Dalam masa ini, pemerintah berbelanja jauh melebihi pajak yang dipungut- nya. Untuk membiayai kelebihan pengeluaran tersebut pemerintah terpaksa mencetak uang atau meminjam dari bank sentral. Pengeluaran pemerintah yang berlebihan tersebut menyebabkan permintaan agregat akan melebihi kemampuan ekonomi tersebut dalam menyediakan barang dan jasa, sehingga keadaan ini akan mewujudkan inflasi.

b. Inflasi Desakan Biaya
Inflasi ini juga terjadi pada masa perekonomian berkembang dengan pesat ketika tingkat pengangguran sangat rendah. Apabila perusahaan- perusahaan masih menghadapi permintaan yang bertambah, mereka akan berusaha menaikkan produksi dengan cara memberikan gaji dan upah yang lebih tinggi pada pekerjanya dan mencari pekerja baru dengan tawaran pembayaran yang lebih tinggi ini. Langkah ini mengakibatkan biaya produksi meningkat, yang akhirnya menyebabkan kenaikan harga-harga berbagai barang.

c. Inflasi Diimpor
Inflasi diimpor bersumber dari kenaikan harga-harga barang yang diimpor. Inflasi ini akan terjadi apabila barang-barang impor yang mengalami kenaikan harga mempunyai peran yang penting dalam kegiatan pengeluaran perusahaan-perusahaan.

3. Faktor-Faktor Penyebab Inflasi

Inflasi yang terjadi di berbagai negara diakibatkan oleh banyak faktor. Pada umumnya inflasi berasal dari salah satu atau gabungan dari dua masalah berikut ini :

a. Tingkat Pengeluaran Agregat yang Melebihi Kemampuan Perusahaan untuk Menghasilkan Barang dan Jasa 
Keinginan untuk mendapatkan barang yang mereka butuhkan akan mendorong para konsumen meminta barang itu pada harga yang lebih tinggi. Sebaliknya, para pengusaha akan menahan barangnya dan hanya akan menjual barangnya pada pembeli-pembeli yang bersedia membayar pada harga yang lebih tinggi. Sehingga ke- cenderungan-kecenderungan ini akan menyebabkan kenaikan harga.

b. Adanya Tuntutan dari Pekerja untuk Menaikkan Upah 
Apabila pengusaha mengalami kesulitan dalam mencari tambahan pekerja untuk menambah produksinya, pekerja yang ada akan terdorong untuk menuntut kenaikan upah. Jika tuntutan kenaikan upah dipenuhi, maka akan terjadi kenaikan biaya produksi dari barang dan jasa yang dihasilkan. Kenaikan biaya produksi tersebut akan mendorong perusahaan-perusahaan untuk menaikkan harga-harga barang yang dihasilkannya. Selain itu inflasi dapat pula sebagai akibat dari kenaikan harga-harga barang impor, penambahan penawaran uang yang ber- lebihan tanpa diikuti oleh pertambahan produksi dan penawaran barang serta adanya kekacauan politik dan ekonomi.

4. Dampak Negatif Inflasi

Inflasi juga memberikan dampak negatif baik bagi individu, masyarakat, dan kegiatan perekonomian secara keseluruhan. Pada umumnya inflasi memberikan pengaruh pada menurunnya taraf kemakmuran masyarakat. Sebagian besar masyarakat memiliki gaji tetap. Sedangkan inflasi biasanya terjadi lebih cepat dari kenaikan upah pekerja. Sehingga upah pekerja mengalami penurunan. Dengan demikian kemakmuran masyarakat pun mengalami penurunan. Inflasi yang semakin meningkat akan mengurangi investasi, mengurangi ekspor, dan menaikkan impor. Sehingga hal ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Sumber :
Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional 

No comments: