Saturday, September 13, 2014

Kebutuhan Manusia

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang kebutuhan manusia. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua dalam menganalisis hukum kelangkaan dalam ekonomi dan menganalisis masalah pokok ekonomi serta mencari pemecahannya melalui berbagai sistem ekonomi.

Kata kebutuhan nampaknya tidaklah asing di telinga kita. Setiap manusia yang hidup pasti mempunyai kebutuhan untuk menjalankan kehidupannya sehari-hari. Kebutuhan manusia pun beraneka ragam, tentunya akan berbeda kebutuhan manusia yang satu dengan kebutuhan manusia yang lain. Contohnya saja di dalam keluarga kita, kebutuhan kita pasti akan berbeda dengan kebutuhan orang tua kita dimana kita membutuhkan buku pelajaran untuk menunjang proses kita untuk menuntut ilmu di sekolah, sedangkan orang tua tidak membutuhkan buku pelajaran.

Tau tidak guy’s? Kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi, tanpanya aktivitas hidup manusia akan terganggu. Misalnya saja kebutuhan akan pakaian, kita bisa saja hidup tanpa mengenakan pakaian, namun kebayang gak? Klo kita harus beraktivitas sehari-hari tanpa menggunakan pakaian. Saat udara dingin, kita kedinginan. Saat terkena sinar matahari, kita kepanasan. Dan yang paling penting, kita akan merasa risih untuk berjalan keluar rumah,...hehehe,....oleh karenanya, kebutuhan adalah sesuatu yang harus kita penuhi dalam hidup.

Mengapa kebutuhan itu selalu muncul?

Selama kita hidup, kebutuhan pasti akan selalu muncul. Demikian karena sifat manusia yang tidak pernah merasa puas akan suatu hal. Alhasil kebuthan manusia akan menjadi tidak terbatas, yang mana kebutuhan manusia akan bertambah terus, baik macam, jumlah, dan mutunya. Kalian nyadar nggak? Setiap kali kalian membeli sesuatu untuk memenuhi kebutuhan kalian misalkan saja pakaian, terkadang kita beli pakaian awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan kita untuk melindungi tubuh, namun seiring waktu berjalan, kita pasti malu klo pake pakaian tidur ke sekolah apalagi ke mall, hehe,....mode n fashion terus berkembang dan semakin beragamlah kebutuhan manusia, hanya dari satu jenis kebutuhan lho yakni sandang belum lagi kebutuhan yang lainnya.

Karena kebutuhan kita banyak dan akan semakin banyak dan semakin beragam dan tidak akan pernah berakhir, maka seyogyanya kita perlu bertindak rasional artinya kita harus berbuat sesuatu agar tidak melakukan pemborosan dalam memenuhi kebutuhan kita dan dapat bertindak seefisien mungkin dalam memenuhi kebutuhan kita.

Oke, sekarang kita lanjut pembicaraan kita pada kebutuhan menurut ilmu ekonomi,.....toh kita khan sedang belajar ilmu ekonomi,....so kebutuhan yang akan dibahas disini yang kebutuhan menurut penjabaran dari ilmu ekonomi, dengan demikian diharapkan kita bisa lebih bijaksana dalam mengelola pemenuhan kebutuhan kita,.

Ilmu ekonomi membagi kebutuhan menjadi beberapa jenis tergantung dari segi apa kebutuhan itu sendiri berasal.

A. KEBUTUHAN MENURUT INTENSITAS KEGUNAANNYA
Menurut intensitas kegunaannya kebutuhan manusia dibagi menjadi tiga kebutuhan yakni kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tertier.

1) Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer merupakan kebutuhan dasar yang paling utama dan harus dipenuhi oleh manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya secara wajar. Menurut ILO (International Labour Organization) bahwa kebutuhan primer adalah kebutuhan fisik minim masyarakat, berkaitan dengan kecukupan kebutuhan pokok setiap masyarakat, baik masyarakat kaya maupun miskin. Kebutuhan pokok ini meliputi kecukupan pangan dan gizi, sandang, perumahan, pendidikan, pelayanan kesehatan dan sarana-sarana pendukung lainnya seperti transportasi, persediaan air minum, rasa aman, dan sebagainya.

2) Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang sifatnya melengkapi kebutuhan primer dan kebutuhan ini baru terpenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan ini bukan berarti tidak penting, karena sebagai manusia yang berbudaya, yang hidup bermasyarakat sangat memerlukan berbagai hal lain yang lebih luas dan sempurna, baik mengenai mutu, jumlah, dan jenisnya. Contoh kebutuhan sekunder antara lain televisi, kulkas, sepeda motor, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang mendukung kebutuhan primer.

3) Kebutuhan Tersier
Kebutuhan tersier timbul setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Pada umumnya, kebutuhan tersier ini disebut kebutuhan mewah, karena pemenuhan kebutuhannya tertuju pada barang-barang mewah yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang berpenghasilan tinggi. Contohnya perhiasan berlian, rumah mewah, mobil mewah, dan lain-lain. Apabila seseorang dapat memenuhi kebutuhan tersiernya, maka dapat meningkatkan status sosial (prestise)nya di masyarakat.

B. KEBUTUHAN MENURUT WAKTU PEMENUHANNYA
Menurut waktu pemenuhannya, kebutuhan manusia dibagi menjadi empat yakni kebutuhan sekarang, kebutuhan yang akan datang, kebutuhan yang tidak diduga, dan kebutuhan sepanjang waktu.

1) Kebutuhan Sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda-tunda lagi agar manusia tidak mendapat kesulitan. Misalnya: obat untuk orang sakit, air minum untuk orang yang sedang dahaga, pakaian untuk sekolah, dan sebagainya. Contoh lain keadaan negara yang aman dan stabil merupakan kebutuhan sekarang, agar rakyat Indonesia dapat membangun negeri ini.

2) Kebutuhan akan Datang
Kebutuhan akan datang adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi pada hari esok. Bila kebutuhan ini tidak terpenuhi, tidak akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup seseorang. Contohnya, tabungan. Seseorang yang menabung, berarti ia memenuhi kebutuhan yang akan datang.

3) Kebutuhan yang Tidak Terduga
Kebutuhan ini muncul jika sesuatu terjadi secara tidak terduga, yang sifatnya insidentil. Contohnya, orang yang tiba-tiba sakit, akan membutuhkan obat atau perlu periksa ke dokter.

4) Kebutuhan Sepanjang Waktu
Kebutuhan ini terjadi sepanjang waktu dan tidak ada batasannya. Contohnya, belajar menuntut ilmu.

C. KEBUTUHAN MENURUT SIFATNYA
Menurut sifatnya kebutuhan manusia dibagi menjadi dua jenis, yakni kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani

1) Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang secara alami dirasakan oleh fisik atau jasmani manusia. Kebutuhan ini meliputi seluruh kebutuhan yang sifatnya kebendaan misalnya kebutuhan akan makan, pakaian, olahraga, rumah, dan lain-lain.

2) Kebutuhan Rohani
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang sifatnya memperoleh kepuasan rohani. Kebutuhan ini tidak tampak secara nyata. Hanya orang yang bersangkutan yang merasa- kan secara langsung. Jika kebutuhan ini ter- penuhi manusia merasa secara batiniah terpuas- kan kebutuhannya dan ia akan merasa bangga, bahagia, senang ataupun perasaan gembira. Contohnya, mendapatkan kasih sayang, hiburan, rekreasi, menjalankan ibadah, dan lain-lain.

D. KEBUTUHAN MENURUT SUBJEK YANG MEMBUTUHKAN
Menurut subjek yang membutuhkannya kebutuhan manusia dibagimenjadi dua jenis, yaitu kebutuha individu dan kebutuhan sosial.

1) Kebutuhan Individu
Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang berguna untuk pemenuhan kepuasaan pribadi (perorangan). Contohnya, sebagai seorang pelajar kebutuhan pribadi kalian meliputi seragam, sepatu, buku, pensil, dan lain-lain.

2) Kebutuhan Sosial
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang jika dipenuhi bermanfaat untuk kepentingan orang banyak (kolektif). Kebutuhan ini berkaitan dengan kebersamaan, kesejahteraan, ketertiban, kenyamanan, kemakmuran, dan sebagainya. Contohnya, jalan raya, telepon umum, tempat ibadah, rumah sakit, dan lain-lain.

Nah setelah kalian mengetahui pembagian kebutuhan, tentunya kalian penasaran kenapa kebutuhan manusia bisa berbeda-beda dan bermacam-macam pula?

Demikian karena kebutuhan manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni :

a. Perbedaan Keadaan Wilayah
Keadaan wilayah berkaitan dengan kondisi alam di berbagai daerah. Perbedaan kondisi alam di berbagai daerah menyebabkan perbedaan kebutuhan. Manusia akan membutuhkan barang dan jasa sesuai dengan kondisi wilayah di mana ia berada (bertempat tinggal). Coba, kalian bandingkan, orang yang tinggal di daerah pegunungan akan membutuhkan pakaian tebal untuk melindungi tubuhnya dari rasa dingin. Hal ini tentu berbeda, jika orang tersebut menetap di daerah pantai. Ia tidak akan membutuhkan lagi pakaian tebal, melainkan membutuhkan pakaian yang tipis menyesuaikan dengan suhu udara di pantai yang rata-rata panas.

b. Tingkat Peradaban
Kebutuhan manusia akan semakin beragam, jika peradabannya semakin tinggi. Perkembangan peradaban akan membawa pengaruh pada kebutuhan hidup manusia. Contohnya, dahulu jika seseorang ingin pergi ke suatu tempat harus berjalan atau dengan mengendarai kuda atau lembu dan sebagainya. Setelah peradaban maju, manusia dapat memanfaatkan hasil teknologi seperti sepeda, sepeda motor, mobil, atau pesawat.

c. Agama
Bermacam-macam agama yang ada, mengakibatkan timbulnya perbedaan kebutuhan. Contohnya, perayaan hari besar bagi umat Hindu akan membutuhkan barang-barang kebutuhan khusus, misalnya bunga dan buah-buahan. Sementara umat Buddha membutuhkan hoi dalam menjalankan ibadahnya. Demikian juga pada perayaan hari besar umat Kristen dan umat Islam. Mereka akan membutuhkan pohon natal saat hari natal, dan umat Islam akan membutuhkan ketupat saat Hari Raya Idul Fitri.

d. Adat Istiadat
Perbedaan kebutuhan juga dipengaruhi oleh adat istiadat daerah yang bersangkutan. Misalnya, adat pernikahan di Jawa akan berbeda dengan adat pernikahan di Bali ataupun di Minangkabau, sehingga barang-barang yang dibutuhkan berbeda pula. Acara-acara ritual di berbagai daerah juga membutuhkan barang-barang kebutuhan khusus.

e. Perkembangan IPTEK
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) memegang peranan penting dalam mempengaruhi beragamnya jenis kebutuhan manusia. Orang yang berada di tempat dengan perkembangan IPTEK yang pesat akan berbeda dengan orang yang tinggal di daerah yang IPTEk nya biasa-biasa saja. Contoh konkretnya orang yang tinggal di pedesaan menganggap kepemilikan perangkat komputer adalah sesuatu yang mewah, namun orang yang tinggal di perkotaan dengan perkembangan IPTEK yang pesat akan menganggap kepemilikan perangkat komputer sebagai suatu hal yang penting untuk menunjang kehidupannya dalam memperoleh informasi dan menunjang kehidupannya sehari-hari.

Dengan apa kita dapat memnuhi kebutuhan kita yang beragam?

Kita dapat memenuhi kebutuhan kita yang banyak dan beragam dengan cara mengkonsumsi aneka alat pemuas kebutuhan. Apa itu alat pemuas kebutuhan? Alat pemuas kebutuhan merupakan sesuatu yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekonomi membagi alat pemuas kebutuhan menjadi dua jenis yakni barang dan jasa.

A. BARANG

Barang merupakan alat pemuas kebutuhan yang berupa produk dalam bentuk fisik yang jika dikonsumsi akan memberikan nilai tambah bagi yang mengkonsumsinya. Barang sebagai alat pemuas kebutuhan memiliki beberapa ciri, yaitu :
  • Berwujud
  • Memiliki nilai dan manfaat yang dapat dirasakan saat dikonsumsi
  • Nilai, manfaat dan bendanya sendiri akan berkurang atau bahkan habis saat dikonsumsi

Macam-macam barang dapat dikelompokan sebagai berikut :

a. Barang Pemuas Kebutuhan Menurut Kelangkaannya
Menurut kelangkaannya (cara mendapatkannya), barang pemuas kebutuhan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu barang ekonomi, barang bebas, dan barang illith.

1) Barang Ekonomi
Barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kebutuhan manusia dan untuk mendapatkannya memerlukan pengorbanan tertentu. Contohnya, untuk memperoleh baju, kita harus mem- belinya di toko baju. Kesediaan mengeluarkan uang untuk membeli baju di toko merupakan suatu pengorbanan.

2) Barang Bebas
Barang bebas atau barang nonekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang jumlahnya melimpah sehingga untuk mendapatkannya tidak memerlukan pengorbanan tertentu. Contohnya, air, udara, sinar matahari, dan lain-lain. Air termasuk barang bebas karena dapat di- gunakan tanpa dipungut biaya, namun air akan menjadi barang ekonomi bila dikemas dalam kemasan tertentu sehingga untuk mendapatkan- nya diperlukan biaya.

3) Barang Illith
Barang illith adalah barang pemuas kebutuhan yang jumlahnya sangat berlimpah, sehingga cenderung merugikan kehidupan manusia. Contohnya, air. Air dapat menjadi barang ekonomi dan barang bebas, serta juga dapat menjadi barang illith. Dikatakan menjadi barang illith apabila jumlahnya sangat banyak dan akan menyebabkan banjir sehingga dapat membahayakan hidup manusia.

b. Barang Menurut Tujuan Penggunaannya
Menurut tujuan penggunaannya, barang pemuas kebutuhan dibedakan menjadi dua macam, yaitu barang konsumsi dan barang produksi.

1) Barang Konsumsi
Barang konsumsi adalah barang siap pakai yang langsung dapat digunakan tanpa melalui proses pengolahan lagi. Dengan kata lain, barang yang langsung dapat digunakan untuk memuaskan (memenuhi) kebutuhan. Contohnya, sepeda motor, sepatu, minuman, minyak tanah, dan lain-lain.

2) Barang Produksi
Barang produksi adalah barang yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang lain (baru). Contohnya, mesin, bahan baku, truk, alat-alat kantor, dan lain-lain.

c. Barang Menurut Proses Pembuatannya
Barang menurut proses pembuatannya dibedakan menjadi tiga macam, yaitu bahan mentah, bahan setengah jadi, dan bahan jadi.

1) Bahan Mentah
Bahan mentah adalah bahan yang belum pernah mengalami proses pengolahan. Bahan mentah disebut juga bahan baku. Contohnya: a) dari hasil tambang; minyak bumi, tembaga, timah, perak, batu bara, dan lain-lain. b) dari hasil hutan; kayu, damar, rotan, dan sebagainya. c) dari perkebunan; teh, tembakau, kopi, dan sebagainya. d) dari hasil pertanian; padi, palawija, sayuran, dan sebagainya

2) Bahan Setengah Jadi
Bahan setengah jadi adalah bahan yang sudah diolah tetapi belum menjadi produk akhir. Agar menjadi bahan siap pakai perlu pengolahan lebih lanjut. Contohnya, benang; bila diolah lebih lanjut akan menjadi kain. Kain bila diolah lebih lanjut akan menjadi baju yang siap pakai.

3) Bahan Siap Pakai (Bahan Jadi)
Bahan jadi adalah bahan yang siap dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan. Contohnya, tas, sepatu, baju, dan sebagainya.

d. Barang Menurut Hubungannya dengan Barang Lain
Menurut hubungannya dengan barang lain, barang pemuas kebutuhan dibedakan menjadi dua macam, yaitu barang komplementer dan barang substitusi.

1) Barang Komplementer
Barang komplementer adalah barang pemuas kebutuhan yang berguna atau bermanfaat jika dipakai bersama-sama dengan barang lain. Apabila barang- barang tersebut tidak digunakan bersama-sama, salah satu di antaranya kurang berguna. Contohnya, sepeda motor atau mobil tidak akan dapat berjalan jika tidak digunakan dengan bensin. Kompor gas, tidak akan berguna jika tidak dipakai dengan gas. Bolpoint tidak akan dapat digunakan bila tidak ada tinta.

2) Barang Substitusi
Barang substitusi adalah barang pemuas kebutuhan yang saling menggantikan fungsinya, artinya suatu barang yang dalam pemakaiannya dapat menggantikan barang lain. Contohnya, jika tidak ada bolpoint untuk menulis, dapat diganti dengan pensil. Bila tidak ada sepatu dapat diganti sandal. Bila tidak ada komputer, dapat diganti dengan mesin ketik.

e. Barang Menurut Segi Jaminannya
Menurut segi jaminannya, barang pemuas kebutuhan dibedakan menjadi dua macam, yaitu barang bergerak dan barang tidak bergerak.

1) Barang Bergerak
Barang bergerak adalah barang yang dapat dipindahkan tempat- nya dan biasanya dapat digunakan sebagai jaminan untuk mem- peroleh kredit jangka pendek ( + 1 tahun). Contohnya, barang- barang elektronik seperti TV, tape, komputer, dan lain-lain.

2) Barang Tidak Bergerak
Barang tidak bergerak adalah barang yang tidak dapat dipindah- pindahkan tempatnya dan biasanya dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit jangka panjang. Contohnya, tanah, rumah, gedung-gedung perkantoran, sawah, dan sebagainya.

B. JASA

Jasa merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau kontruksi, yang biasanya dikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah (seperti misalnya kenyamanan, hiburan, kesenangan, atau kesehatan). Jasa sebagai alat pemuas kebutuhan memiliki beberapa ciri, yaitu :
  • Tidak berwujud dan tidak dapat diraba
  • Dapat dirasakan
  • Bila digunakan tidak habis

Menurut Converse, macam-macam jasa dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. Personalized services
Personal services adalah jasa yang sangat mengutamakan pelayanan orang dan perlengkapannya, seperti tukang cukur, salon kecantikan, laundry, foto. Sementara itu, yang sangat perlu diperhatikan dalam pemasaran jasa antara lain adalah, lokasi yang baik, menyediakan fasilitas dan suasana yang menarik, serta nama baik yang bersangkutan. Dalam marketing personal services diusahakan supaya timbul semacam patronage motive yaitu keinginan untuk menjadi langganan tetap. Contohnya patronage ini bisa timbul di dalam usaha laundries, karena kebersihan, layanan yang ramah tamah serta baik, dan sebagainya.

b. Financial services
Financial services terdiri dari:
1) Banking services (Bank).
2) Insurance services (Asuransi).
3) Investment securities (Lembaga penanaman modal).
4) Public utility and Transportation services.

Perusahaan public utility mempunyai monopoli secara alamiah, misalnya perusahaan listrik, air minum. Para pemakainya terdiri dari: Domestic consumer (konsumen lokal), Commercial and office (perkantoran dan perdagangan), Municipalities (kota praja, pemda). Sedangkan dalam transportation services, meliputi: angkutan kereta api, kendaraan umum, pesawat udara, dsb. Pelayanan disini ditujukan untuk angkutan penumpang dan angkutan barang.


c. Entertainment
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah usaha-usaha dibidang olahraga, bioskop, gedung-gedung pertunjukan, dan usaha-usaha hiburan lainnya. Metode marketing yang dipakai adalah sistem penyaluran langsung dimana karcis dijual di loket-loket.

d. Hotel services
Hotel merupakan salah satu sarana dalam bidang kepariwisataan. Dalam hal ini hotel perlu mengadakan kegiatan bersama dengan tempat-tempat rekreasi, hiburan, travel biro, dan sebagainya.

Sumber :
  • Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
  • jurnal-sdm.blogspot.com

No comments: