Friday, September 12, 2014

Indeks Harga dan Inflasi

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Indeks Harga dan Inflasi. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua dalam menganalisis dan mengidentifikasi tolak ukur keberhasilan perekonomian suatu negara yang dilihat dari pendapatan nasionalnya.

Kenaikan harga-harga yang berlaku dari satu waktu ke waktu lainnya tidak berlaku secara seragam. Kenaikan tersebut biasanya berlaku atas kebanyakan barang, tetapi kenaikannya berbeda. Ada yang tinggi per- sentasenya dan ada yang rendah. Selain itu sebagian barang tidak mengalami kenaikan. Berlakunya tingkat perubahan harga yang berbeda tersebut menyebabkan indeks harga perlu dibentuk untuk menggambarkan tingkat perubahan harga-harga yang berlaku dalam suatu negara. Adapun untuk mengukur tingkat inflasi, indeks harga yang selalu digunakan adalah indeks harga konsumen yaitu indek harga dari barang-barang yang selalu digunakan para konsumen.

1. Pengertian dan Cara Perhitungan

Secara konseptual indeks berarti urutan data atau angka-angka. Indeks harga dapat diartikan sebagai kumpulan data berupa harga-harga secara berurutan, yang berfungsi untuk menentukan perubahan harga rata-rata yang berlaku pada suatu periode tertentu. Saat ini terdapat tiga indeks harga, yaitu indeks harga konsumen (Customer Price Index = CPI), indeks harga produsen (Producer Price Index = PPI) dan Pedeflasi GDP (GDP Deflator). Ketiga indeks ini dapat digunakan untuk menunjukkan tingkat inflasi pada satu periode tertentu.

Pada pembahasan ini hanya akan difokuskan pada indeks harga konsumen (IHK). IHK mengubah harga berbagai barang dan jasa menjadi sebuah indeks tunggal yang mengukur seluruh tingkat pembelian.
Berikut ini ciri-ciri IHK :
a. Hanya mengukur harga barang dan jasa yang dibeli konsumen.
b. IHK mencakup barang dan jasa yang domestik dan barang-barang impor.
c. Dalam IHK, komponen biaya-biaya bunga mewakili biaya perumahan.

IHK dihitung dengan menggunakan data harga konsumen. Harga konsumen adalah harga barang-barang yang diper- dagangkan dalam eceran untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual. Harga konsumen diambil dari data empat kelompok, yaitu kelompok makanan, sandang, perumahan, dan aneka barang dan jasa. IHK dapat dihitung dengan menggunakan formula indeks harga Laspeyres dan indeks harga Paasche (IP).

Secara matematik dapat dirumuskan sebagai berikut :

a. Indeks Harga Laspeyres (IL)


b. Indeks Harga Paasche (IP)


Berikut ini contoh sederhana mengenai cara penghitungan indeks harga konsumen “


Berdasarkan data pada tabel di atas, dapat dihitung indeks harga dengan metode Laspeyres dan Paasche.

a. Penghitungan Metode Laspeyres


b. Penghitungan Metode Paasche


2. Pengertian Inflasi

Inflasi adalah merosotnya nilai uang karena banyaknya uang yang beredar, sehingga menyebabkan kenaikan harga-harga barang yang bersifat umum dan berlangsung terus menerus. Ada tiga komponen untuk menentukan terjadinya inflasi.

a. Kenaikan Harga

Harga suatu komoditas dikatakan naik jika harga menjadi lebih tinggi daripada periode sebelumnya. Misalnya, harga 1 buku tulis yang berisi 50 lembar sebesar Rp2.500,00. Beberapa hari kemudian naik menjadi Rp3.000,00. Hal ini berarti telah terjadi kenaikan harga buku tulis. Perbandingan tingkat harga bisa dilakukan pada periode yang lebih panjang yaitu seminggu, sebulan, triwulan, dan setahun.

b. Bersifat Umum

Kenaikan harga suatu komoditas belum dapat dikatakan terjadi inflasi jika kenaikan tersebut tidak menyebabkan harga-harga komoditas lainnya secara umum naik. Misalnya kenaikan harga 1 buku tulis yang berisi 50 lembar terjadi pada saat tahun ajaran baru, sehingga permintaan terhadap buku tulis meningkat. Tetapi apabila kenaikan harga buku tulis tersebut tidak menimbulkan kenaikan-kenaikan harga komoditas lain, maka tidak terjadi inflasi.

c. Berlangsungnya Terus Menerus

Kenaikan harga-harga yang bersifat umum, apabila terjadinya hanya sesaat, belum dikategorikan terjadi inflasi. Sehingga perhitungan inflasi dilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan. Jika pemerintah melaporkan bahwa inflasi tahun ini sebesar 8% per tahun, berarti akumulasi inflasi adalah 8% per tahun. Inflasi triwulan rata- rata 2% (8% : 4) dan inflasi bulanan rata-rata 0,66% (8% : 12).


Sumber :
Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

5 comments:

Anonymous said...

terima kasih

Agnesia Indah said...

Ka kalo ngitung yg il itu langsung dijumlah terus kali ya?tapi kata guru saya kemarin dihitung1/1 mulai dri PnQo pertama sampe terakhir gmn tuh

Yusup Saputra Eman said...

contoh di atas adalah penghitungan indeks harga keseluruhan barang, mungkin yang dijelaskan oleh guru agnesia adalah penghitungan indeks harga konsumen per item barang,... coba sek soalnya apa yang ditanyakan apa indeks harga keseluruhan barang ataukah indeks harga item barang tertentu,....trims,...moga membantu,..

Nia Rizky Maharani said...

terimakasih infonya

Nia Rizky Maharani said...

terimakasih infonya