Sunday, September 7, 2014

Elastisitas Permintaan

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Elastisitas Permintaan. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua dalam menganalisis dan mendeskripsikan konsep permintaan dan penawaran dalam perekonomian.

Elastisitas permintaan digunakan untuk mengukur besarnya kepekaan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri. Tingkat elastisitas permintaan terhadap berbagai macam barang dan jasa akan berbeda-beda.

Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini :

a. Tingkat Kemudahan Barang yang Bersangkutan untuk Digantikan oleh Barang Lain
Dalam suatu perekonomian, jika suatu barang tertentu banyak terdapat barang penggantinya maka permintaan terhadap barang tersebut cenderung bersifat elastis, artinya perubahan dalam harga barang tersebut sedikit saja akan menimbulkan perubahan yang besar terhadap jumlah barang penggantinya. Sebaliknya, permintaan terhadap barang yang tidak banyak penggantinya akan cenderung bersifat inelastisitas.

b. Besarnya Proporsi Pendapatan yang Digunakan
Jika konsumen menganggarkan pendapatannya dengan proporsi yang besar untuk membeli suatu jenis barang, maka permintaan terhadap barang tersebut akan semakin elastis.

c. Jangka Waktu Analisis
Jangka waktu analisis yang dimaksud adalah kesempatan untuk mengetahui informasi-informasi atau perubahan-perubahan yang terjadi di pasar. Semakin pendek atau semacam tidak ada kesempatan bagi konsumen untuk mengetahui informasi-informasi pasar, maka permintaan terhadap suatu barang tertentu akan semakin tidak elastis. Sebaliknya semakin panjang jangka waktu analisis, semakin banyak perubahan-perubahan yang diketahui konsumen sehingga permintaan terhadap suatu barang akan semakin elastis.

Menghitung Koefisien Elastisitas Permintaan

Penghitungan koefisien permintaan dimaksudkan untuk melihat derajat kepekaan permintaan suatu barang terhadap harga. Koefisien elastisitas permintaan diukur dari persentase perubahan kuantitas yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harga. Secara matematis koefisien elastisitas permintaan dirumuskan sebagai berikut:

atau


Keterangan:
Ed           : koefisien elastisitas permintaan
∆P          : perubahan harga
∆Q          : perubahan jumlah permintaan
Q             : jumlah permintaan awal
P             : harga awal

Perlu diketahui, bahwa dalam menghitung koefisien elastisitas, nilai yang diperoleh adalah negatif. Nilai negatif ini disebabkan karena harga dan jumlah barang yang diminta mengalami arah yang berbalikan (berbanding terbalik). Penurunan harga menaikkan permintaan, atau kenaikan harga menurunkan permintaan. Namun, dalam menghitung koefisien elastisitas, tanda negatif tersebut biasanya diabaikan.

Ada beberapa kemungkinan hasil dari perhitungan koefisien elastisitas permintaan, yaitu:

a. Ed > 1 (Elastisitas)

Permintaan yang bersifat elastis mempunyai angka koefisien elastisitas > 1, hal ini berarti persentase perubahan harga lebih kecil daripada persentase perubahan kuantitas yang diminta atau apabila terjadi perubahan harga sedikit saja akan diikuti perubahan jumlah barang yang diminta dalam jumlah yang lebih besar.

Penghitungan hal tersebut dapat dilihat dalam contoh berikut ini :
Sebuah toko sepatu melakukan cuci gudang terhadap semua jenis sepatu, mulai dari sepatu anak-anak sampai sepatu dewasa. Harga sepatu anak semula Rp20.000,00 turun menjadi Rp15.000,00. Penurunan harga ini menyebabkan jumlah permintaan sepatu anak naik dari 1.000 menjadi 4.000.

Sehingga koefisien elastisitasnya dapat dihitung sebagai berikut:




Ternyata nilai yang diperoleh adalah negatif. Namun dalam menghitung koefisien elastisitas, tanda negatif di atas diabaikan. Jadi nilai koefisien elastisitas permintaan sepatu adalah 12. Nilai tersebut berarti bahwa perubahan harga sebanyak 1 persen menimbulkan perubahan permintaan sebanyak 12 persen.

b. Ed < 1 (Inelastis)

Permintaan yang bersifat inelastis mempunyai angka koefisien elastisitas kurang dari 1 (satu). Hal ini berarti persentase perubahan harga lebih besar daripada persentase perubahan kuantitas yang diminta atau perubahan yang besar dalam harga tidak diikuti oleh perubahan yang cukup berarti dalam kuantitas yang diminta.

Contoh dalam penghitungan:
Harga jeruk lokal di suatu pasar tradisional naik dari Rp6.000,00 menjadi Rp7.000,00 per kilogram. Kenaikan harga ini menyebabkan permintaan jeruk lokal turun dari 700 kg menjadi 650 kg.

Sehingga koefisien elastisitasnya dapat dihitung sebagai berikut:




Ternyata nilai yang diperoleh adalah negatif. Namun dalam menghitung koefisien elastisitas, tanda negatif di atas diabaikan. Jadi nilai koefisien elastisitas permintaan jeruk lokal adalah 0,6. Nilai tersebut berarti bahwa perubahan harga sebanyak 1 persen menimbulkan perubahan permintaan sebanyak 0,6 persen.

c. Ed = 1 (Elastis Uniter)

Permintaan yang bersifat elastis uniter mempunyai angka koefisien elastisitas sama dengan 1 (satu). Hal ini berarti bahwa persentase perubahan harga sama dengan persentase perubahan kuantitas yang diminta.

Contoh dalam penghitungan:
Harga sebuah i-POD turun dari Rp700.000,00 menjadi Rp630.000,00, sehingga permintaan i-POD naik yang semula 10.000 menjadi 11.000, sehingga koefisien elastisitasnya dapat dihitung sebagai berikut:




Ternyata nilai yang diperoleh adalah negatif. Namun dalam menghitung koefisien elastisitas, tanda negatif di atas diabaikan. Jadi nilai koefisien elastisitas permintaan i-POD adalah 1. Nilai tersebut berarti bahwa perubahan harga sebanyak 1 persen menimbulkan perubahan permintaan sebanyak 1 persen.

d. Ed = 0 (Inelastis Sempurna)

Permintaan yang bersifat inelastis sempurna mempunyai angka koefisien sama dengan 0 (Ed = 0), hal ini berarti besarnya perubahan harga tidak diikuti oleh perubahan dalam kuantitas yang diminta.

Contoh dalam penghitungan:
Harga kentang di pasar tradisional pada suatu daerah selalu berubah-ubah dalam setiap minggu, antara Rp4.000,00 sampai Rp6.000,00. Namun jumlah permintaannya selalu sama yakni 1 ton tiap minggu.

Berikut ini perhitungan koefisien elastisitas dan grafiknya.




Ternyata nilai yang diperoleh adalah nol (0). Jadi nilai koefisien elastisitas permintaan kentang di pasar tradisional adalah 0. Nilai tersebut berarti bahwa perubahan harga kentang di pasar tradisional sebanyak 1 persen tidak menimbulkan perubahan permintaan kentang di pasar tradisional.

e. Ed = ~ (Elastis Sempurna)

Permintaan yang bersifat elastis sempurna mempunyai angka koefisien elastisitasnya sama dengan tak terhingga (Ed = ~), hal ini berarti permintaan dapat mencapai jumlah yang tak terhingga walaupun harga barang tetap.

Perhitungan koefisien elastisitas dan grafiknya dapat kalian lihat di bawah ini.




Sumber :

Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional 

1 comment:

alisiaqotr said...

Thanks sangat berguna^^^^^^