Sunday, April 4, 2010

Jenis Jenis Uang

Pada dasarnya uang  yang beredar di  masyarakat itu  ada  dua jenis, yaitu uang kartal dan uang giral.

a. Uang  Kartal
Uang kartal adalah uang yang beredar sehari-hari sebagai alat pembayaran yang sah dan wajib diterima oleh semua masyarakat. Uang kartal ini terdiri atas uang logam dan uang kertas. Uang kartal sering disebut uang primer. Dilihat dari bahan pembuatannya, uang kartal dibagi menjadi dua, yaitu:

1) Uang Logam
Uang logam emas dan perak adalah salah satu jenis uang yang sudah sejak berabad-abad digunakan oleh masyarakat di berbagai negara di dunia. Kedua jenis uang logam tersebut digunakan sebagai uang karena disukai dan dinilai tinggi  oleh  masyarakat  pada  umumnya.  Uang  logam  yang  beredar  di Indonesia adalah uang logam yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang bertindak  sebagai  bank  sirkulasi, di antaranya uang  logam  yang  beredar saat  ini  adalah  uang yang  nominalnya  Rp25,00,  Rp50,00,  Rp100,00, Rp500,00 dan Rp1.000,00.

2) Uang Kertas
Uang  kertas  adalah  jenis uang  yang  terbuat  dari kertas.  Uang  kertas ini berlaku dalam pertukaran di masyarakat karena dijamin oleh undang-undang bahwa  uang  kertas  tersebut  berlaku  sebagai  alat  pembayaran  yang  sah. Untuk pembayaran dalam jumlah yang besar, penggunaan uang kertas lebih mudah dan disukai daripada uang logam. Uang kertas yang berlaku di Indonesia, seperti halnya logam juga dikeluarkan oleh bank sentral (Bank Indonesia) sebagai bank sirkulasi yang mempunyai hak tunggal (hak aktroi) untuk mencetak dan mengedarkan uang kartal. Adapun uang kertas yang beredar di Indonesia saat ini adalah uang kertas yang ber nominal uang pecahan Rp100,00; Rp500,00;  p1.000,00; Rp5.000,00; Rp10.000,00; Rp20.000,00; Rp50.000,00; dan  Rp100.000,00.

b. Uang  Giral

Uang giral adalah saldo tagihan di bank. Uang giral bukan merupakan alat pembayaran  yang  sah  dan  orang  boleh  menolak  pembayaran  dengan  uang giral. Dengan kesepakatan kedua belah pihak yaitu pihak yang berhutang dan yang punya piutang, uang giral sewaktu-waktu dapat dijadikan alat pembayaran yang sah. Pembayaran dengan uang giral dapat dilakukan dengan mengeluarkan cek dan atau giro. Cek adalah surat perintah tertulis dari orang yang memiliki tabungan atau simpanan di bank atau orang yang namanya tertera dalam cek. Sedangkan yang dimaksud dengan giro adalah simpanan pada suatu bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek atau dengan menggunakan cara pemindahbukuan.

Uang giral dapat terjadi apabila orang menitipkan uang kartal kepada bank dan pihak  bank  membukukan setoran uang  tersebut ke dalam  rekening  atas nama penyimpan yang bersangkutan. Uang giral seperti ini sering disebut demand deposito. Uang giral juga dapat terjadi apabila orang melakukan pinjaman kepada bank tetapi pinjaman tersebut tidak langsung diambil melainkan dititipkan lagi di bank dalam rekening atas nama peminjam. Uang giral yang demikian disebut loan deposito.

dikutip dari buku : 

3 comments:

hosting murah indonesia said...

kunjungan sobat, infonya bagus :D731

terima kasih atas informasi nya.. informasi ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas saya

hosting murah indonesia said...

kunjungan sobat, infonya bagus :D733

terima kasih atas informasi nya.. informasi ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas saya

Jovi Petra said...

Sangat membantu :D