Sunday, April 4, 2010

Faktor -faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Uang dan Jumlah Uang yang Beredar dalam Masyarakat

a. Motif  Memegang Uang
Tiap rumah tangga dalam sektor perekonomian mempunyai alasan (motif) memegang atau menyimpan uang tunai, yaitu karena alasan transaksi, alasan  berjaga-jaga, dan  alasan berspekulasi. Pendapat ini dikemukakan oleh  J.M Keynes yang disebut theory liquidity preference (teori hasrat menahan uang tunai). Adapun motif memegang uang dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.

1) Alasan Transaksi
Alasan  menahan  uang  didasarkan  pada  keinginan  untuk  membiayai transaksi  kebutuhan  hidup  sehari-hari  (transacsion  motive).  Dengan tersedianya  uang,  segala  kebutuhan  atau  keperluan  usaha  setiap hari dapat dipenuhi dengan cepat. Keperluan untuk transaksi tergantung pada pendapatan. Makin tinggi pendapatan, makin tinggi pula keperluan untuk transaksi.

2) Alasan Berjaga-jaga
Alasan berjaga-jaga (precautionary motive) adalah alasan transaksi untuk menghadapi  keadaan  darurat  dan  yang  terjadi  tanpa  diduga-duga. Misalnya, salah satu anggota keluarga mendadak sakit. Keperluan uang untuk alasan berjaga-jaga (darurat) tergantung pada besarnya pendapatan.

3) Alasan Spekulasi
Alasan  spekulasi  (speculative  motive)  timbul  karena  adanya  keinginan memperoleh keuntungan berdasarkan ramalan dan perhitungan pada masa yang  akan  datang.  Misalnya,  seseorang  membeli  saham  sekarang  dan menjualnya pada masa akan datang.

b. Faktor-.aktor  yang  Memengaruhi  Jumlah  Uang  yang  Beredar dalam  Masyarakat
Faktor-faktor  yang  memengaruhi  jumlah  uang  yang  beredar  dalam masyarakat meliputi pendapatan, tingkat suku bunga uang, selera masyarakat, harga-harga barang, fasilitas kredit (sistem atau cara pembayaran),  dan kekayaan yang dimiliki masyarakat.

1) Pendapatan
Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh masyarakat dalam jangka waktu  tertentu.  Semakin  tinggi  pendapatan  masyarakat,  semakin besar pula jumlah uang yang beredar dalam masyarakat dan sebaliknya.

2) Tingkat Suku Bunga
Tingkat suku bunga akan memengaruhi uang yang beredar. Apabila tingkat suku bunga rendah, masyarakat akan enggan menyimpan uangnya di bank sehingga jumlah uang yang beredar akan meningkat. Sebaliknya, jika tingkat suku bunga tinggi, jumlah uang beredar akan turun.

  
3) Selera Masyarakat
Selera masyarakat akan memengaruhi jumlah uang yang beredar. Misalnya, peningkatan terhadap mode pakaian baru akan memengaruhi uang yang beredar.

4) Harga Barang
Harga  barang  akan  memengaruhi  jumlah  uang  yang  beredar.  Misalnya apabila harga barang naik, maka jumlah dan peredaran uang akan semakin cepat.

5) Fasilitas Kredit
Fasilitas kredit (cara pembayaran) dengan menggunakan kartu kredit atau cara  angsuran  akan  memengaruhi  jumlah  uang  yang  beredar  dalam masyarakat.  Misalnya,  jika  seseorang  mengadakan  pembelian  dengan menggunakan  kartu  kredit,  maka per mintaan  uang tunai akan  semakin menurun.

6) Kekayaan yang Dimiliki Masyarakat
Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat semakin besar apabila ragam (variasi) bentuk kekayaan sedikit. Sebaliknya, apabila ragam bentuk kekayaan semakin  banyak  atau  luas  (misalnya  tabungan,  surat berharga  dan  lain-lain), maka jumlah uang yang beredar dalam masyarakat akan menurun.

dikutip dari buku : 

No comments: