Friday, March 19, 2010

Nilai Guna Barang

Pada hakikatnya manusia memerlukan barang dan jasa karena barang dan jasa itu memberikan kepuasan, manfaat, dan guna (utility) baik secara langsung maupun tidak langsung. Nilai guna merupakan suatu kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dengan mengkonsumsi barang-barang, Apabila nilai kepuasan itu tinggi maka tinggi pulalah nilai guna barang tersebut.

Nilai guna barang dapat dibedakan menjadi dua, yakni nilai pakai dan nilai tukar.
1.       Nilai Pakai (Value in Use)
Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang dan jasa untuk digunakan oleh konsumen. Nilai pakai dapat dibedakan menjadi dua, yaitu nilai pakai subjektif dan nilai pakai objektif.
·         Nilai Pakai Subjektif, merupakan kemampuan suatu benda untuk dapat dipakai dalam memenuhi kebutuhan seseorang. Misalnya kacamata resep dokter, lukisan dan intan utiara.
·         Nilai Pakai Objektif, merupakan kemapuan suatu benda untuk dapat dipakai dalam memenuhi kebutuhan pada umumnya. Misalnya beras, pakaian, dan perumahan.

2.       Nilai Tukar (value in exchange)
Nilai tukar adalah kemampuan suatu barang untuk ditukar dengan barang lainnya. NIlai tukar dibedakan menjadi dua, yaitu nilai tukar subjektif dan nilai tukar objektif.
·         Nilai Tukar Subjektif, merupakan kemampuan suatu benda sehubungan dengan penilaian seseorang bahwa benda tersebut dapat ditukarkan dengan benda lain. Misalnya nelayan yang mempuntai perahu.
·         Nilai Tukar Objektif, merupakan kemampuan suatu benda sehubungan dengan benda tersebut dapat ditukar dengan benda lain. Misalnya emas dan uang.

19 comments:

tralala said...

thanks ya =))

sangat membantu =))

Anonymous said...

memang sedikit y kk ?
tp gpp lah nice thread

dwi rahayuu said...

makaasih :) mempermudah dalam menyalin catetan hihi

victoria said...

maksih mempermudah memahami guna barang

Angela Christine said...

makasih.. mempermudah dalam mengerjakan pr :)

Anonymous said...

makasih atas infonya.... :D
sangat membantuku mengerjakan pr....
:)

Anonymous said...

bagus banget :D
boleh minta contohnya lagi gak? hehehe

Anonymous said...

yahhh.. sya butuh contoh-nya...
klo cm sbut'n gtw ajj sii krang...

contoh dalam ceriita,, ???
dmna yy?

yy,,lmyan mmbantuu lh..

Anonymous said...

tx... bantuin pr aku...

Ucup said...

terima kasih commentnya,.....
saya kasih contohnya lebih lengkap, semoga bermanfaat,...

1. Contoh nilai pakai objektif misalnya, air memiliki nilaipakai yang tinggi bagi setiap orang.

2. Contoh nilai pakai subjektif misalnya, kursiroda bagi orang yang tidak dapat berjalan memiliki nilai pakai yangtinggi, tetapi bernilai pakai rendah bagi orang yang sehat.

3. Contoh nilai tukar objektif misalnya, semua orang mengakui bahwa berlian memiliki nilai tukar yang tinggi maka berlian akan memiliki harga yang tinggi di setiap tempat.

4. Contoh nilai tukar subjektif misalnya, bagi seseorang nilaitukar sebuah lukisan tertentu lebih tinggi dari nilai tukar sebuah mobil baru, tetapi tidak demikian bagi yang lain

Fadil said...

thank you kawan ,, ini membantu rangkuman aku :)

Anonymous said...

thanks kk, ini sangat membantu aku ngerjain tugas. oh yah kak, aku mau nanya' ada tidak hubungannya nilai pakai dengan nilai tukar???
tolong dijawab yah kak...

Ucup said...

terima kasih komennya,...tentu ada hubungan antara nilai guna pakai dan nilai guna tukar. Nilai pakai barang dapat menjadi dasar seseorang menentukan nilai tukar. Sebagai contoh : penjual menentukan nilai tukar beras seharga 8 rb per kilo karna nilai pakainya sebagai bahan makanan pokok,....tentunya akan berbeda dengan harga singkong, yang walau sama kegunaannya sebagai makanan pokok, namunj beras lebih dipilih masyarakat kebanyakan sebagai makanan pokok dibanding singkong sebagai makanan pokok,...(semoga membantu,...)

Anonymous said...

yang mengemukakan teori diatas siapa ya?

Ucup said...

Pembedaan nilai guna barang bukanlah sebuah teori, Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang, yaitu nilai guna dan nilai tukar. Pernyataan aristoteles inilah yang akhirnya memubculkan teori biaya produksi yang dikemukakan oleh Adam Smith. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi, walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang, sehingga tercipta dua macam harga, yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah, dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai.

Dine Olisvia said...

membantu sekali :)

Cika Lestari Afganisme said...

sangat membantu.. terima kasih :)

pinjaman1 said...

Pembelajaran yang sangat baik untuk nilai guna barang...

anonymous said...

arti Nilai Barang?