Friday, July 4, 2014

Bank Sentral dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)


Ekonomi kelas x . bolgspot.com akan menampilkan sejumlah blog post untuk kalian mengenai materi Bank Sentral dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Materi ini diberikan kepada kalian agar kalian dapat menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya dengan cara mensyukuri sumber daya karunia Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan mengamalkan ajaran agama dalam pengelolaan keuangan bank dan lembaga keuangan lainnya.

Selain itu kalian juga diharapkan dapat mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia melalui sikap peduli, disiplin, tanggung jawab dalam mengatasi kelangkaan sumber daya dan sikap peduli, kreatif, kerja sama, dan mandiri dalam mengatasi permasalahan ekonomi di lingkungan sekitar kalian.

Materi ini juga dapat membantu kalian dalam memahami,  menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minat kalian untuk memecahkan masalah  khususnya dalam memahami Bank Sentral dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Materi yang akan kalian pelajari di ekonomi kelas x .blogspot.com terkait Bank Sentral dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah sebagai berikut :
  • Pengertian Bank Sentral klik untuk melihat
  • Fungsi, tugas dan wewenang Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia klik untuk melihat
  • Stabilitas sistem keuangan klik untuk melihat
  • Pengertian OJK klik untuk melihat
  • Fungsi, tugas, dan wewenang OJK klik untuk melihat

Tuesday, July 16, 2013

Pasar Persaingan Sempurna (Perfect CompetitionMarket)


Pasar persaingan sempurna merupakan pasar di mana tidak ada satu perusahaan (penjual) maupun konsumen (pembeli) yang secara individual dapat memengaruhi harga yang berlaku di pasar. Beberapa karakteristik dari pasar persaingan sempurna, yaitu:
  1. Di pasar terdapat banyak perusahaan (penjual) dan konsumen (pembeli);
  2. Penjual menjual produk yang homogen; 
  3. Baik penjual maupun pembeli secara bebas dapat masuk dan keluar pasar; 
  4. Pembeli dan penjual tidak mempunyai kekuatan untuk mengubah harga pasar, mereka hanya sebagai pengambil harga yang terjadi di pasar; 
  5. Adanya mobilitas yang sempurna dari sumber daya; 
  6. Baik penjual maupun pembeli memiliki pengetahuan sempurna.
Pada pasar persaingan sempurna harga pasar ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Seperti yang telah diketahui bahwa kurva permintaaan secara total adalah jumlah keseluruhan barang yang akan dibeli para konsumen secara individual pada berbagai tingkat harga.

Adapun, kurva penawaran secara total adalah jumlah keseluruhan barang yang akan dijual perusahaan-perusahaan secara individual pada tingkat harga yang berbeda-beda.


Kebaikan Pasar Persaingan Sempurna

a) Menggunakan Sumber Daya secara Efisien
Artinya seluruh sumber daya yang tersedia sepenuhnya digunakan. Pemanfaatan sumber daya tersebut dilakukan secara efisien sehingga menguntungkan perusahaan dan menambah kemakmuran masyarakat karena dapat memperoleh barang dengan harga murah.
b) Adanya Kebebasan Bertindak dan Memilih
Hal ini sangat bermanfaat untuk membawa perusahaan pada peningkatan kreativitas dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada pengelola perusahaan.

Keburukan Pasar Persaingan Sempurna

Di samping memiliki kebaikan, pasar persaingan sempuran juga memiliki beberapa keburukan antara lain sebagai berikut.

a) Kelemahan dalam Asumsi
Pasar persaingan sempurna dalam kenyataannya akan sulit dijumpai sebab homogenitas atas barang adalah sebuah asumsi yang tidak realistis. Selain itu, karena tingkat harga tidak dapat ditawar-tawar lagi akan menyebabkan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah menurun.
b) Tidak Mendorong Adanya Inovasi
Penemuan teknologi dan teknik produksi mudah dicontoh oleh perusahaan lain sehingga akan memaksa persaingan produk antarprodusen.
c) Membatasi Pilihan Konsumen
Karena dalam pasar persaingan sempurna barang yang dihasilkan homogen, konsumen memiliki pilihan yang terbatas untuk menenentukan barang yang akan dikonsumsinya.
d) Menimbulkan Eksploitasi Sumber Daya dan Ongkos Sosial
Jika eksploitasi penggunaan sumber daya tidak dibatasi, pasar persaingan sempurna adakalanya menimbulkkan ongkos social berupa pencemaran lingkungan.

Pada pasar persaingan sempurna permintaan akan barang akan menjadi elastik sempurna, sehingga kurva permintaan berbentuk suatu garis horizontal. Harga merupakan suatu datum, sehingga baik penjual maupun pembeli tidak dapat memengaruhi harga.

Sumber :
  1. Mengasah Kemampuan Ekonomi 1 : Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Mandrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Penulis, Bambang Widjayanto, Aristanti Widyaningsih, Heraeni Tanuatmodjo ; editor, Hufron Sofiyanto, Edi Sumadi Sadikin. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. 
  2. Membuka Cakrawala Ekonomi 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/Mandrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial .Penulis,Imamul Arifin, Giana Hadi Wagiana ; penyunting, Ayatullah Khomaeni, Akhbar Wahidin . Jakarta : Pusat Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasional : 2009.

Struktur Pasar


Struktur Pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.

Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa komposisi pasar terdiri atas seluruh perusahaan dan konsumen yang ingin dan mampu membeli serta menjual barang tertentu baik secara tunai maupun kredit. Jumlah penjual (perusahaan) dan pembeli (konsumen) antara satu pasar dan pasar lainnya tidaklah sama. Pada umumnya pasar tradisional terdiri atas banyak penjual dan pembeli.

Berdasarkan struktur pasarnya bentuk-bentuk pasar dibedakan menjadi sebagai berikut :
  1. Pasar Persaingan Sempurna merupakan pasar di mana tidak ada satu perusahaan (penjual) maupun konsumen (pembeli) yang secara individual dapat memengaruhi harga yang berlaku di pasar.
  2. Pasar Persaingan tidak Sempurna merupakan pasar yang terbentuk  jika salah satu syarat dari pasar sempurna tidak terpenuhi.