Wednesday, July 30, 2014

Pelaku Kegiatan Ekonomi

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas mengenai pelaku kegiatan ekonomi. Melalui postingan ini, diharapkan kalian dapat menganalisis dan menyajikan peran dari pelaku-pelaku ekonomi.”

Tahukah kalian? Manusia melakukan pelbagai kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhannya yang banyak dan beragam. Banyak permasalahan yang dihadapi manusia dalam melakukan kegiatan ekonomi. Oleh karenanya manusia membuat dan merancang suatu sistem ekonomi untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi manusia. Suatu sistem ekonomi dapat berjalan jika ada pelaku-pelaku ekonomi di dalamnya.

Nah sekarang siapa itu pelaku ekonomi?

Pelaku ekonomi merupakan subjek baik perorangan maupun badan (organisasi) atau pemerintah yang melakukan kegiatan ekonomi (produksi, konsumsi, dan distribusi).

Sebelum lebih jauh kita membicarakan tentang pelaku ekonomi, mari kita bahas sedikit mengenai kegiatan ekonomi. Ada tiga kegiatan di dalam ekonomi yakni produksi, konsumsi dan distribusi.

1.    Produksi, merupakan kegiatan merubah barang mentah menjadi setengah jadi atau barang jadi sehingga menghasilkan produk baru. Pelaku dari kegiatan ini disebut produsen.
2.    Konsumsi, merupakan kegiatan yang menghabiskan barang dan jasa yang diproduksi sehingga nilai dari barang tersebut berkurang atau bahkan habis sama sekali. Pelaku dari kegiatan ini disebut konsumen.
3.    Distribusi, merupakan kegiatan menyalurkan barang yang di produksi oleh produsen ke tangan konsumen dengan tujuan untuk memperoleh balas jasa dari kegiatannya tersebut. Pelaku dari kegiatan ini disebut sebagai distributor.

Pelaku-pelaku ekonomi dibedakan menjadi empat golongan, yaitu:
1. Rumah Tangga Konsumsi (Konsumen),
2. Perusahaan (Rumah Tangga Produksi/produsen),
3. Rumah Tangga Negara (Pemerintah/ Goverment), dan
4. Masyarakat Luar Negeri.

Sumber :
Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Masyarakat Luar Negeri

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Masyarakat Luar Negeri. Postingan  ini diharapkan kalian dapat menganalisis dan menyajikan peran dari pelaku-

Dewasa ini sudah tidak ada lagi negara yang tertutup sama sekali untuk hubungan perdagangan dengan negara-negara lain. Hasil produksi selain disalurkan ke pembeli dalam negeri (RTK, RTP, dan pemerintah), sebagian juga dijual pada masyarakat luar negeri. Hal ini menimbulkan arus barang dan jasa dari dalam negeri ke luar negeri yang disebut ekspor. Kegiatan ekspor ini dibayar dengan valuta asing (devisa) menurut kurs tertentu. Jadi keluarnya arus barang dan jasa diimbangi arus uang yang masuk dari luar negeri ke dalam negeri.

Selain kegiatan menjual barang dan jasa ke luar negeri, ada pula kegiatan membeli barang dan jasa dari negara-negara lain, sehingga ada arus barang dan jasa yang masuk dari luar negeri ke dalam negeri yang disebut impor. Dengan demikian ada arus uang ke luar (luar negeri) untuk pembayaran. Kegiatan ekspor impor serta tinggi rendahnya kurs valuta asing berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi nasional secara keseluruhan baik pada RTK, RTP, dan pemerintah.

Berikut ini lingkaran arus masuk barang dan jasa dan arus keluar barang dan jasa serta arus uang pembayaran pada masyarakat luar negeri.







Masyarakat luar negeri mempunyai peran yang sangat penting didalam menunjang kegiatan perekonomian yang dijalankan oleh negara. Kegiatan perekonomian yang dilakukan dengan masyarakat luar negeri ini menimbulkan arus barang dan jasa yaitu ekspor impor dan arus uang masuk dan keluar (kurs valas). Dari kegiatan tersebut, pemerintah akan memiliki tambahan pendapatan dari hasil perolehan devisa.

Sumber :
Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional


Rumah Tangga Negara (Pemerintah)

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Rumah Tangga Negara (Pemerintah). Postingan  ini diharapkan kalian dapat menganalisis dan menyajikan peran dari pelaku-pelaku ekonomi.”

Sama seperti Rumah Tangga Konsumsi (RTK) dan Rumah Tangga Produksi (RTP), pemerintah (negara) dapat dipandang sebagai suatu unit ekonomi atau rumah tangga yang menghasilkan barang dan jasa tertentu untuk kepentingan umum. Pemerintah yang dimaksud adalah badan-badan yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Badan-badan ini akan mengawasi kegiatan rumah tangga konsumsi dan rumah tangga produksi supaya mereka melakukan kegiatan dengan cara yang wajar dan tidak merugikan masyarakat secara keseluruhan.

Badan-badan pemerintah tersebut antara lain:
a. Departemen Penanaman Modal,
b. Badan Penanaman Modal,
c. Bank Sentral,
d. Parlemen,
e. Pemerintah Daerah, dan
f. Angkatan Bersenjata.

Hasil kegiatan produksi (output) yang dilakukan pemerintah sebagian besar berupa jasa-jasa yang diselenggarakan untuk masyarakat secara keseluruhan dan pada dasarnya tidak diperjual belikan di pasar. Oleh karena itu disebut jasa-jasa publik atau jasa kolektif seperti keamanan, pertahanan, pemerintahan, pengadilan, dan hubungan politik dengan luar negeri. Adapun input yang dibutuhkan pemerintah adalah sumber-sumber daya insani seperti pegawai, tentara, polisi, dokter, guru, gedung, mobil, tekstil, kertas, sumber daya alam, manajemen, ilmu pengetahuan/teknologi.

Kegiatan ekonomi pemerintah bila digambarkan dalam skema terlihat berikut ini.



Pada skema diatas, Pemerintah hadir diantara pasar otput barang dan jasa yang disediakan oleh Rumah tangga Produksi (RTP) dengan pasar faktor produksi yang disediakan oleh Rumah Tangga Konsumsi (RTK). Pemerintah melakukan belanja pada pasar faktor produksi dengan memberikan balas jasa upah kepada Rumah Tangga Konsumsi (RTK) dan belanja pada pasar output barang dan jasa dengan memberikan balas jasa keuntungan atau laba pada Rumah Tangga Produksi (RTP) sementara itu Pemerintah memberikan pelayanan-pelayanan jasa publik kepada Rumah Tangga Produksi (RTP) dan Rumah Tangga Konsumsi (RTK) antara lain berupa subsidi dengan mendapatkan balas jasa berupa pajak dari RTP dan RTK.

Dengan demikian, Pemerintah sebagai pelaku ekonomi juga mempunyai peran seperti RTK dan RTP. Berikut ini beberapa peran pemerintah.

a. Sebagai Produsen

Pemerintah sebagai produsen, memproduksi barang dan jasa untuk kepentingan masyarakat umum dengan cara menguasai cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak melalui badan-badan usaha milik negara. Contoh produksi pesawat terbang yang dilakukan PT Dirgantara Indonesia, produksi pupuk Petrokimia di Gresik, industri semen di Cibinong, Bogor, dan Gresik.

b. Sebagai Konsumen
Pemerintah dalam menjalankan kegiatan produksinya membutuhkan barang dan jasa, tenaga kerja, peralatan untuk keperluan pendidikan, kesehatan, administrasi kantor pemerintah, senjata untuk keperluan pertahanan dan keamanan, dan sebagainya.

c. Sebagai Pengatur dan Pengendali

Pemerintah berperan sebagai pengatur dan pengendali kegiatan perekonomian negara dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan. Kebijakan-kebijakan itu misalnya menurunkan tingkat pengangguran dan tingkat inflasi, menciptakan keseimbangan neraca pembayar- an, dan sebagainya. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap kegiatan- kegiatan yang dilakukan oleh RTK dan RTP agar melakukan kegiatan yang wajar dan tidak merugikan masyarakat secara keseluruhan.

Sumber :
Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Rumah Tangga Perusahaan (Produksi)

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Rumah Tangga Produksi (Produsen). Postingan  ini diharapkan kalian dapat menganalisis dan menyajikan peran dari pelaku-pelaku ekonomi.”

Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Dengan kata lain perusahaan adalah satuan ekonomi yang didirikan untuk tujuan memproduksi barang dan jasa dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk memproduksi barang dan jasa tersebut diperlukan input (masukan) berupa tenaga kerja (SDM), bahan-bahan dasar dan bahan pembantu (SDA), barang-barang modal seperti alat-alat produksi yang dikombinasikan dengan teknologi produksi di bawah pimpinan seorang pengusaha.

Dengan demikian terjadi interaksi antara sektor rumah tangga konsumsi dan rumah tangga perusahaan yang dapat digambarkan dengan skema berikut ini.


Pada skema di atas, terlihat pada aliran satu rumah tangga konsumsi melakukan pembelian (konsumsi) barang dan jasa di pasar barang dan jasa yang ditawarkan rumah tangga produksi. Dari kegiatan ini perusahaan menerima pendapatan berupa laba (keuntungan). Sedangkan pada pasar faktor produksi rumah tangga produksi membeli faktor-faktor produksi yang ditawarkan rumah tangga konsumsi dan membayarnya. Pembayaran balas jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi oleh rumah tangga produksi merupakan pendapatan rumah tangga konsumsi.

Rumah tangga produksi disebut juga produsen (perusahaan) yang melakukan kegiatan ekonomi sesuai bidang usahanya. Berdasarkan lapangan usahanya, produsen sebagai pelaku kegiatan produksi meliputi; kegiatan pertambangan (ekstraktif), kegiatan pertanian (agraris), industri dan kerajinan, perdagangan dan terakhir kegiatan jasa-jasa.

Rumah Tangga Produksi (RTP) kaitannya dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan, mempunyai beberapa peran berikut ini.

a. Sebagai Produsen
Rumah Tangga Produksi (RTP) sebagai produsen memproduksi barang dan jasa dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat atau Rumah Tangga Konsumsi (RTK). Karena memproduksi barang dan jasa, Rumah Tangga Produksi (RTP) membutuhkan faktor-faktor produksi dari Rumah Tanga Konsumsi (RTK), sehingga Rumah Tangga Produksi (RTP) juga berperan sebagai pengguna faktor produksi.

b. Sebagai Konsumen
Rumah Tangga Produksi (RTP) juga melakuakn kegiatan konsumsi yakni membeli faktor-faktor produksi dari Rumah Tangga Konsumsi (RTK). Faktor-faktor produksi tersebut meliputi; alam, tenaga kerja, permodalan dan kewirausahaan. Sebagai balas jasa dari pembelian tersebut, Rumah Tangga Produksi (RTP) memberikan balas jasa kepada Rumah Tangga Konsumsi (RTK) selaku penyedia dari faktor-faktor produksi tersebut.

Sumber :
Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Rumah Tangga Konsumsi (Konsumen)

“Hai guys,..... ekonomi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Rumah Tangga Konsumsi (Konsumen). Postingan  ini diharapkan kalian dapat menganalisis dan menyajikan peran dari pelaku-pelaku ekonomi.”

Rumah Tangga Konsumsi adalah pemilik berbagai faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian. Rumah tangga menyediakan tenaga kerja dan tenaga usahawan. Selain itu, sektor ini memiliki faktor-faktor produksi lain, yaitu kekayaan alam, tanah, dan bangunan. Rumah tangga produksi membeli faktor-faktor produksi dari Rumah Tangga Konsumsi/ Konsumen dalam kegiatan produksinya. Sebagai imbalannya atas penggunaan faktor produksi, Rumah Tangga Poduksi/ Produsen membayar balas jasa berupa gaji, upah, sewa, bunga, dan sebagainya pada Rumah Tangga Konsumsi/ Konsumen. Balas jasa ini merupakan pendapatan yang diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi/ Konsumen. Pendapatan ini akan dibelanjakan untuk konsumsi barang dan jasa pada Rumah Tangga Poduksi/ Produsen. Rumah Tangga Poduksi/ Produsen akan menerima pendapatan dari Rumah Tangga Konsumsi/ Konsumen dari kegiatan konsumsinya. Pendapatan yang diterima rumah tangga konsumsi ini akan dibelanjakan untuk konsumsi barang-barang dan jasa kebutuhan sehari-hari yang dihasilkan rumah tangga produksi (produsen).

Dengan demikian antara rumah tangga konsumsi dan rumah tangga produksi terjadi arus perputaran barang dan jasa. Arus perputaran barang dan jasa antara rumah tangga konsumsi dan rumah tangga produksi dapat digambarkan dengan skema berikut ini.



Pada skema di atas, terlihat pada aliran satu rumah tangga konsumsi melakukan pembelian (konsumsi) barang dan jasa di pasar barang dan jasa yang ditawarkan rumah tangga produksi. Dari kegiatan ini perusahaan menerima pendapatan berupa laba (keuntungan). Sedangkan pada pasar faktor produksi rumah tangga produksi membeli faktor-faktor produksi yang ditawarkan rumah tangga konsumsi dan membayarnya. Pembayaran balas jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi oleh rumah tangga produksi merupakan pendapatan rumah tangga konsumsi.

Pelaku dari Rumah Tangga Konsumsi (RTK) disebut sebagai konsumen. Konsumen adalah orang-orang atau badan-badan yang melakukan kegiatan menggunakan dan menghabiskan sebagian atau keseluruhan nilai dari suatu barang dan jasa (konsumsi). Rumah Tangga Konsumsi (RTK) kaitannya dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan, mempunyai beberapa peran berikut ini.

a. Sebagai Produsen

Rumah Tangga Konsumsi (RTK) merupakan pemilik berbagai faktor-faktor produksi yang menyediakan sumber-sumber produksi bagi Rumah Tangga Produksi (RTP). Sumber-sumber produksi ini meliputi; alam, tenaga kerja, kekayaan (permodalan), dan tenaga usahawan (kewirausahaan).

b. Sebagai Konsumen

Rumah Tangga Konsumsi (RTK) sebagai pemilik faktor-faktor produksi akan mendapatkan balas jasa dari Rumah Tangga Produksi (RTP) atas penggunaan sumber-sumber daya yang disediakan. Balas jasa ini merupakan pendapatan rumah tangga konsumsi yang digunakan untuk mengonsumsi barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.

Sumber :
Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional